Unik! Gereja di Surabaya Pasang Pohon Natal Berhiaskan Masker dan Hand Sanitizer
Pixabay/107319
SerbaSerbi
Perayaan Natal 2020

Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya menyita perhatian dengan kreativitas mereka menghias pohon natal bertema protokol kesehatan, yakni menggunakan masker hingga hand sanitizer.

WowKeren - Perayaan Natal tahun ini memang sedikit berbeda karena seluruh penjuru dunia masih dibuat porak-poranda oleh wabah virus Corona. Bahkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pun mengajak seluruh umat Kristiani Tanah Air untuk merayakan Natal 2020 dengan penuh kesederhanaan, selain demi meneladani sikap Isa Almasih juga untuk mengurangi potensi penyebaran COVID-19.

Namun Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya memiliki cara yang berbeda untuk tetap merayakan Natal dengan sederhana dan "bernuansa" COVID-19. Sebab gereja ini dengan kreatif mendekorasi pohon natal dengan ratusan masker, sabun cair, dan botol hand sanitizer.

Yang menariknya lagi, pohon natal protokol kesehatan itu tidak hanya disusun oleh para jemaah setempat tetapi juga dibantu sejumlah umat beragama lain. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antar umat beragama di Surabaya yang selama ini terjaga dengan baik.

"Ya apa salahnya kita ini ikut masang (pohon Natal), hanya memasang saja kok," ujar Nur Cholis, salah seorang warga yang turut membantu menghias Pohon Natal tersebut, dilansir dari VOA Indonesia, Kamis (24/12). "Ini soal tolong menolong, gotong royong. Kebetulan saja momennya Natal. Walau pun tidak Natal, ya tetap kita kalau ada kegiatan (dari agama lain) ikut membantu."


Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pohon natal di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Surabaya tidak menggunakan pohon cemara. Justru bambu lah yang menjadi bahan dasar pohon natal yang dipasang, yang kemudian didekorasi dengan ratusan masker warna-warni dan botol hand sanitizer.

Dekorasi pohon yang menggunakan masker ini pun dianggap sebagai sesuatu yang unik oleh Nur Cholis. Terutama untuk menanamkan pesan agar setiap masyarakat aktif menjaga kesehatan satu sama lain.

"Masker ini kan menurut persepsinya teman-teman itu ya perlambang, tapi bagi saya ini unik," terangnya. "Biasanya kami ini melihat pohon natal itu (berbentuk) pohon cemara, ada yang dari daur ulang, ada yang dari apalah, plastik dan sebagainya, tapi ini dari masker."

"Ketika pandemi ini kan cocok, masker, hand sanitizer, sabun cair. Apalagi info dari panitia, setelah perayaan natal ini selesai, ini kemudian dicuci, kemudian dibagikan ke masyarakat," imbuhnya.

Pastor Kepala Paroki Kristus Raja, Romo Mercelinus Hardo Iswanto, sendiri menilai ide dan pembuatan pohon natal protokol kesehatan ini adalah bentuk keterlibatan gereja dalam menanggulangi wabah COVID-19. Sebab dekorasi yang menghiasi pohon itu merupakan bagian dari protokol kesehatan 3M yang mesti dilaksanakan demi mencegah penularan COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts