Inilah Alasan Putri Margaret Benci Setengah Mati pada Putri Diana Semasa Hidup
Getty Images
Selebriti

Putri Margaret bahkan mengatakan bahwa kematian tragis yang dialami Putri Diana pada 1997 silam memang layak untuk seseorang seperti sang People's Princess.

WowKeren - Sudah menjadi rahasia publik bahwa hubungan antara sang Princess of Wales, Putri Diana, dengan Putri Margaret, adik Ratu Elizabeth II, tidak terlalu bagus. Bahkan, Putri Margaret dikenal membenci Putri Diana dan mengaku tidak bisa memaafkan kelakuan mantan istri Pangeran Charles tersebut.

Terkait hal ini, seorang penulis biografi keluarga Kerajaan Inggris, Craig Brown, mengungkapkan pada sebuah dokumenter milik BBC tentang sikap Putri Margaret yang membenci Diana. "Dia selalu sangat, sangat membenci orang-orang seperti Diana dan Fergie (panggilan akrab Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew.) yang melibatkan dirinya ke dalam sebuah skandal dan dia tidak akan melakukan wawancara rahasia pada media apapun," ungkap Craig Brown.

Putri Margaret dikabarkan sangat marah ketika melihat sebuah rekaman wawancara Putri Diana dengan BBC Panorama pada 1995 silam. Putri Margaret bahkan memutus hubungan mereka sejak saat itu dan tak akan pernah mau berkontak lagi dengan ibu dari Pangeran William dan Pangeran Harry tersebut.

Sebagaimana diketahui, dalam wawancara bersama Panorama tersebut, Putri Diana mengungkapkan bahwa ada skandal yang terjadi dalam pernikahannya dengan Charles. Skandal ini tentu saja merujuk pada perselingkuhan Pangeran Charles dan mantan kekasihnya, Camilla, yang kini telah dipersunting oleh sang Prince of Wales.

Terkait sikap dari Putri Diana ini, salah satu sumber Istana Buckingham menyebutkan bahwa Putri Margaret mengirimkan sebuah surat bernada kecaman dan pengasingan kepada sang Princess of Wales.


Kemarahan Putri Margaret ini semakin menjadi-jadi setelah Putri Diana membuat heboh publik Inggris lewat autobiografi yang ditulis oleh Andrew Morton. Autobiografi tersebut diterbitkan pada 1992 dengan judul, "Diana: Her True Story - In Her Own Words".

Seorang teman dekat Putri Margaret juga pernah mengatakan bahwa wanita yang dijuluki "Royal Rebel" ini sempat curhat mengenai rasa prihatinnya kepada Ratu Elizabeth II. "Kasihan Lilibeth (nama panggilan masa kecil Ratu Elizabeth II.) dan Charles yang harus berusaha menyingkirkan gadis keparat itu, tapi dia tak juga kunjung pergi," ungkap teman dekat yang mengutip perkataan Putri Margaret.

Kemudian ketika Putri Diana meninggal dalam kecelakaan tragis pada 1997 di Paris, Putri Margaret juga diberitakan tetap kukuh pada pendiriannya tersebut. Hal ini disampaikan dalam biografi Putri Margaret berjudul "Ma'am Darling: 99 Glimpses".

Di buku tersebut dituliskan "(kematian Putri Diana) tidak mengurangi rasa permusuhan Putri Margaret (kepada Putri Diana)." Bahkan Putri Margaret juga mengatakan bahwa kematian Putri Diana ini memang layak untuk seseorang seperti sang People's Princess.

"Saat dia matipun dia akan menarik histeria banyak orang seperti sebelumnya," kata Putri Margaret.

(wk/luth)

You can share this post!