Kata Polda Sulbar Soal Video Viral Anak Terjebak di Reruntuhan Gempa
Nasional
Gempa Majene Sulbar

Berdasarkan data per Jumat pukul 20.00 Wib, sudah ada 42 korban jiwa dalam bencana alam gempa bumi ini, yaitu 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene.

WowKeren - Gempa mengguncang Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), beberapa kali sejak Kamis (14/1). Media sosial lantas dihebohkan oleh video seorang anak perempuan yang terjebak di reruntuhan gempa tersebut.

Dalam video tersebut, tampak seorang anak perempuan tertimpa reruntuhan bangunan. Bocah tersebut terdengar lemas kala menjawab pertanyaan yang diajukan warga.

Ia menjawab bahwa dirinya bernama Angel. Seorang anak perempuan lain bernama Catherine rupanya turut terjebak bersamanya. Kala ditanya, Angel menyebutkan bahwa Catherine terdengar masih bernapas di bawah reruntuhan.

Menanggapi video tersebut, pihak kepolisian turut angkat bicara. Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan menyebut bahwa nama mereka tidak ada dalam daftar korban jiwa.


Namun ia belum mengetahui keberadaan bocah-bocah tersebut. "Kami masih mencari. Nama C (korban) yang disebut di video itu tidak ada (dalam korban jiwa). Mudah-mudahan dia termasuk yang selamat lah," tutur Syamsu dilansir Kompas.com, Jumat (15/1) malam.

Lebih lanjut, Syamsu menjelaskan bahwa tim gabungan penyelamat terus melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak reruntuhan. "Luka-luka ada ratusan, mungkin di atas 200-an orang," jelas Syamsu.

Sementara itu, berdasarkan data per Jumat pukul 20.00 Wib, sudah ada 42 korban jiwa dalam bencana alam ini, yaitu 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan berat akibat bencana alam ini.

Dilansir dari CNN Indonesia, data kerusakan di Kabupaten Mamuju antara lain Rumah Sakit Mitra Manakarra rusak berat, RSUD Kabupaten Mamuju rusak berat serta kerusakan di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang Mamuju.

Selain itu, terdapat tiga rumah sakit yang saat ini aktif untuk pelayanan kedaruratan di Kabupaten Mamuju, antara lain RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat dan RSUD Kabupaten Mamuju. Sedangkan di Kabupaten Majene, ada 300 unit rumah rusak masih dalam proses pendataan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts