Heboh Video Warga Pingsan Usai Disuntik Vaksin Corona, Kemenkes Buka Suara
Nasional
Vaksin COVID-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pingsan usai disuntik vaksin COVID-19.

WowKeren - Sebuah video yang menunjukkan warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pingsan usai menjalani vaksinasi COVID-19 tengah viral di media sosial. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun buka suara memberi penjelasan terkait video tersebut.

Dari video yang beredar itu, terlihat seorang warga mengenakan kemeja putih awalnya diberi suntikan vaksin COVID-19 oleh tenaga kesehatan. Setelah itu, orang tersebut berpindah ke meja tenaga kesehatan lainnya untuk diwawancarai.

Tenaga kesehatan tersebut seperti bertanya apakah warga yang berkemeja putih ini mendapatkan efek samping usai disuntik vaksin COVID-19. Setelah itu, ia pingsan sebelum berbaring di ambulance stretcher.

Kemenkes menjelaskan video yang beredar tersebut adalah simulasi vaksinasi COVID-19 di NTT. Lokasinya di halaman kantor Gubernur NTT di Kupang. "Ini adalah situasi simulasi," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, Senin (18/1).


Source: Facebook

Hingga saat ini, Kemenkes masih belum mendapatkan laporan mengenai kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) usai vaksin COVID-19 di NTT. "Sampai saat ini kami tidak menerima laporan dari NTT terkait adanya efek samping atau KIPI dari NTT," terangnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya telah menyatakan adanya adanya efek samping ringan hingga sedang dari vaksinasi COVID-19 Sinovac, yang telah disetujui. "Secara keseluruhan menunjukkan vaksin COVID Corona-vac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang," ujar Kepala BPOM, Penny K Lukito, Senin (11/1).

Penny menjelaskan efek samping lokal berupa nyeri dan iritasi. Sedangkan efek samping sistemik berupa nyeri otot hingga demam.

"Frekuensi efek samping dengan derajat berat: sakit kepala, gangguan di kulit, diare dilaporkan 0,1-1 persen," katanya. "Efek samping itu merupakan efek samping yang tidak berbahaya karena dapat pulih kembali."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts