Ini Kata Kemenkes RI Soal Vaksinasi Corona Bagi Lansia
Reuters
Nasional
Vaksin COVID-19

Sebelumnya, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono membagikan video seorang profesor berusia 77 tahun mendapat suntikan vaksin corona Sinovac.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) telah dimulai di Indonesia. Namun demikian, vaksin corona Sinovac yang digunakan Indonesia saat ini masih hanya direkomendasikan untuk kelompok usia 18-59 tahun.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, warga berusia 60 tahun yang hendak divaksinasi corona harus menanggung sendiri efek samping yang ditimbulkan. Selain itu, pihak rumah sakit juga harus bertanggung jawab jika ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Kami sudah memberitahukan, di atas usia 60 tahun ditunda dulu, yang punya darah tinggi pada saat pengukuran ditunda," terang Nadia dilansir CNN Indonesia pada Selasa (19/1). "Namun juga diberikan tanda tangan persetujuan kan, kalau ada efek samping di luar kriteria itu, maka tanggung jawab Rumah Sakit dan individunya."

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia untuk sementara ini masih belum memberikan lampu hijau penggunaan vaksin corona Sinovac bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun. Pasalnya, laporan uji klinis secara keseluruhan yang dilakukan Tim Fakultas Kedokteran Unpad di Bandung masih belum rampung.


"Kriteria lansia masih kita tunda," terang Nadia. "Karena Sinovac kita masih tunggu data-data yang lengkap, kalau Indonesia masih menunggu uji klinis kan."

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejauh ini masih terus melakukan kajian dan uji klinis lanjutan tentang boleh tidaknya penggunaan vaksin corona bagi warga di atas 60 tahun. Menurut juru bicara vaksinasi dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, pihaknya masih terus mengkaji data pelaporan uji klinis Indonesia dan negara lain. "BPOM belum menyetujui penggunaan vaksin untuk diatas 60 tahun," tegas Lucia.

Sebelumnya, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengungkapkan bahwa seorang profesor berusia 77 tahun telah mendapat suntikan vaksin Sinovac di RS Medistra. Dalam cuitannya di Twitter, Pandu menyebutkan bahwa tidak ada larangan vaksin Sinovac disuntikkan kepada masyarakat di atas usia 60 tahun.

"Video singkat tentang pemberian vaksin Sinovac pada Prof. dr. Suwandi Widjaja (77 tahun) di RS Medistra dan istri. Sinovac bisa untuk lansia yang sehat. Seperti juga dilakukan di Turkey. Sinovac dianjurkan pada usia 18-59 tahun. Tak ada larangan diberikan pada usia 60+ sehat," cuita Pandu pada Minggu (17/1).

Kala dikonfirmasi, Pandu mengaku bahwa Suwandi sejauh ini tidak mengalami efek samping pasca vaksinasi. "Itu tenaga kesehatan dan pejabat publik senior banyak berusia 60 tahun ke atas. Negara belum memikirkan itu, nakes berisiko, ditambah usia 60 tahun ke atas berisiko, dan itu tidak ada yang memikirkan," pungkas Pandu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts