Guru Kritik Subsidi Kuota Tak Tepat Sasaran, Beri Saran Ini ke Kemendikbud
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Satriwan Salim selaku Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru mengutarakan pemikirannya soal pemberian subsidi kuota internet. Simak penuturannya berikut ini.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah menggelontokan sejumlah anggaran untuk memberikan kuota gratis selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi virus Corona. Sayangnya kebijakan ini sempat menuai pro kontra. Ada yang memberi sambutan hangat, ada pula yang mengkritik dan menilainya tidak tepat sasaran.

Sehubungan dengan hal ini, Satriwan Salim selaku Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Kemendikbud untuk mengkoreksi kebijakan tersebut. Pihaknya berharap Kemendikbud akan memprioritaskan golongan yang kurang mampu saja sebagai penerima subsidi.

"Hendaknya kategori penerima adalah yang tidak mampu saja. Ukurannya, misalnya, merujuk data laporan dari sekolah saja," kata Satriwan seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Kamis (21/1).

Menurut Satriwan, pemberian subsidi kuota menjadi tak efektif jika dipukul rata seperti tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa pada 2020 lalu masih banyak siswa dan guru yang tidak mendapatkan subsidi kuota, sedangkan mereka yang tidak membutuhkan bantuan justru menerimanya.


Untuk mencegah kegagalan pemenuhan target penerima subsidi kuota seperti tahun lalu, Satriwan berharap Kemendikbud dapat mengatur kebijakan dengan sebaik mungkin. "Ke depan Kemdikbud mesti benar-benar serius me-manage pendataan sekolah, termasuk jauh-jauh hari koordinasi dengan dinas dan sekolah," imbuh Satriwan.

Lebih lanjut, Satriwan berharap pemberian subsidi kuota tahun ini tak lagi dibatasi menjadi kuota umum dan kuota belajar. Pasalnya, ada banyak penerima yang mengeluh jumlah kuota umum habis sebelum 30 hari. Itu karena sekolah sering menggunakan platform yang tidak bisa diakses dengan kuota belajar.

Di samping pemberian kuota, Satriwan berharap Kemendikbud turut menyediakan infrastruktur pendukung bagi para siswa dan guru di berbagai daerah. "Perluas jangkauan internet, perbaiki kualitas jaringan yang buruk di daerah, tambah bangun BTS atau tower, perluas hotspot internet. Ini juga akan berdampak ganda di masa mendatang," pungkasnya.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem telah memastikan bahwa pemerintah akan memperpanjang subsidi kuota internet gratis bagi insan pendidikan. Subsidi ini akan diberikan pada bulan Maret hingga Mei 2021 mendatang.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts