Gempa Sulut M 7,0 Timbulkan Kerusakan di 2 Kecamatan
Twitter/InfoHumasBMKG
Nasional
Gempa 7 SR Guncang Sulut

Berdasarkan data BNPB per Kamis malam pukul 21.44 WITA, gempa yang mengguncang Sulawesi Utara tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan kategori ringan hingga sedang.

WowKeren - Dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,0 di Sulawesi Utara (Sulut) masih terus dipantau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan infrastruktur di dua kecamatan di Kabupaten Talaud, Sulut, akibat gempa tersebut.

Berdasarkan data BNPB per Kamis malam pukul 21.44 WITA, gempa tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan kategori ringan hingga sedang. Kerusakan berupa dinding belakang rumah roboh teridentifikasi di Desa Bantik, Kecamatan Beo.

Sedangkan kerusakan ringan lainnya dilaporkan terjadi di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara. BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud masih melakukan monitoring di lapangan terkait dampak korban dalam bencana alam ini.

Menurut Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud, warga merasakan guncangan kuat selama tiga detik. Warga memang sempat panik saat gempa terjadi, namun hingga kini pihak BPBD masih belum mendapat laporan mengenai korban akibat fenomena tersebut.


BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud. Saat ini BPBD setempat terus menghimpun informasi dari desa-desa yang teridentifikasi merasakan guncangan gempa.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast, menyebutkan masih belum ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. "Korban jiwa nihil sampai dengan tadi malam. Informasinya nihil, baik korban jiwa maupun yang luka-luka," tutur Abraham dilansir detikcom pada Jumat (22/1).

Lebih lanjut, Abraham mengungkapkan bahwa dampak kerusakan tak terlalu besar karena pusat gempa berada jauh di dalam laut. "Enggak ada yang parah, karena itu jauh dari kita, itu cenderung ke arah Filipina. Sehingga mungkin dampaknya tidak terlalu besar di Indonesia atau Sulawesi Utara," papar Abraham.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, menjelaskan gempa di timur laut Sulut itu merupakan jenis gempa bumi menengah. Pihak BMKG menerangkan gempa bumi Sulut ini telah mengalami pemutakhiran dari magnitudoo 7,1 menjadi magnitudo 7,0.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts