Menkes Budi Akui Testing Corona di Indonesia Salah Sasaran, Ini Penjelasannya
YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebagai informasi, total orang yang telah menjalani testing corona di Indonesia mencapai 5.718.753 orang per Kamis (21/1). Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 8.560.220 spesimen.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa strategi 3T (testing, tracing, dan treatment) yang selama ini dijalankan pemerintah untuk menghadapi pandemi corona salah sasaran. Budi menilai testing corona yang dilakukan selama ini salah sasaran.

Pasalnya, tutur Budi, selama ini satu orang bisa berulang kali menjalani tes COVID-19 karena alasan bepergian. Sebagai contoh, Budi mengaku dirinya bisa lima kali mengikuti tes swab PCR dalam seminggu jika hendak bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

"Kita itu enggak disiplin, cara testing-nya salah," tutur Budi dilansir CNN Indonesia pada Jumat (22/1). "Testing banyak, tapi kok naik terus, habis yang dites orang kayak saya. Setiap mau ke Presiden dites."

Budi menilai testing di masa pandemi seharusnya tidak seperti itu. Seharusnya, tutur Budi, testing corona digencarkan untuk orang-orang yang berstatus suspek.

Lebih lanjut, jumlah testing corona di Indonesia memang mengalami kenaikan hingga memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, tutur Budi, testing corona tersebut dilakukan terhadap orang-orang yang sering bepergian dan diwajibkan melakukan tes swab PCR.


"Tapi enggak ada gunanya testingnya," kata mantan Wakil Menteri BUMN tersebut. "Secara epidemiologi, hal-hal gitu yang harus diberesin."

Sebagai informasi, total orang yang telah menjalani testing corona di Indonesia mencapai 5.718.753 orang per Kamis (21/1). Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 8.560.220 spesimen.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, jumlah tes terkait paparan virus corona yang dilakukan Indonesia telah melampaui target WHO.

Pasalnya, WHO menargetkan jumlah tes per minggu suatu wilayah adalah 1 banding 1.000 populasi. Dengan rasio tersebut, Indonesia harus menggelar 267 ribu tes setiap pekan. Sedangkan data Satgas per 10 Januari 2021 menunjukkan bahwa jumlah orang di Indonesia yang menjalani testing corona per minggunya sudah mencapai 290.764 orang.

Meski demikian, kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Hingga Kamis kemarin, jumlah kumulatif kasus positif corona di Tanah Air telah mencapai 951.651 kasus.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts