Heboh Dentuman-Benda Bersinar Misterius di Bali Bikin BMKG Deteksi Anomali Selama 20 Detik
Nasional

Warga Buleleng, Bali dibuat geger dengan suara dentuman misterius pada Minggu (24/1) siang. BMKG pun mencatat ada anomali sinyal berdurasi 20 detik dengan skala 1,1 M saat itu.

WowKeren - Warga Buleleng, Bali dibuat heboh dengan suara dentuman misterius pada Minggu (24/1) siang. Lebih tepatnya sekitar pukul 10.27 WITA, dentuman misterius yang konon menurut warga sekitar didahului dengan sebuah benda bersinar di langit itu sontak membuat heboh.

Pusat Gempabumi Regional (PGR) III Denpasar pun langsung memeriksa sensor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terpasang di Singaraja. Dan hasilnya, ditemukan anomali sinyal berdurasi 20 detik yang diduga bukan pertanda gempa bumi.

"Durasinya 20 detik, kalau besarannya kami cek kira-kira skala 1,1 magnitudo," tutur observer PGR BMKG Wilayah III Denpasar, Indira, di kantornya. Namun pihaknya meyakini itu bukan gempa bumi karena anomali sinyal hanya tercatat di sensor milik BMKG di Singaraja alih-alih di alat terdekat lain seperti Kintamani dan Seririt.

"Setelah kami cek pada kira-kira pukul 10.27 WITA, memang ada anomali sinyal. Namun sinyal ini bukan seismik gempa bumi karena tak tercatat oleh beberapa sensor di sekitarnya, hanya sensor Singaraja saja," tutur Indira, dilansir dari Kompas, Senin (25/1).

Indira juga memastikan tidak ada gempa bumi yang terjadi atau dilaporkan sejak Minggu pagi hingga dentuman itu terdengar. Karena itulah ia menduga ada penyebab lain mengingat sebelumnya warga mengaku melihat benda bersinar menjelang dentuman misterius itu terdengar.


Bila terkait dengan meteor atau semacamnya, maka harus dikoordinasikan dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Hal itu pun memungkinkan untuk terdeteksi sensor BMKG karena sifatnya yang sangat sensitif terhadap berbagai getaran.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menyebut belum bisa memastikan dentuman tersebut apakah terkait dengan fenomena benda langit seperti meteor jatuh. Sebab LAPAN sendiri tak memiliki alat pendeteksi meteor di dekat Pulau Bali.

"Kalau benar ada saksi yang melihat bola api yang meluncur disertai ledakan, mungkin itu meteor besar atau asteroid yang memasuki atmosfer yang menyebabkan ledakan akibat gelombang kejut asteroid," tutur Thomas. "(Tetapi) belum ada rencana (penelusuran). Kalau ada bukti yang perlu diidentifikasi, kami akan kirim tim ke lokasi."

Perihal benda bersinar ini pun sempat dikaitkan dengan dugaan adanya ledakan di PLTGU Pemaron, pembangkit listrik Sambangan dan Bendungan Tamblang. Namun Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, dipastikan tidak ada ledakan di proyek tersebut.

"Kegiatan blasting bahan peledak di proyek Bendungan Tamblang hari ini nihil," ujar Sumarjaya. Namun ia membenarkan adanya laporan warga soal benda bersinar di darah barat laut Buleleng yang bergerak jatuh dan terlihat sebelum dentuman misterius terdengar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts