Dokter di Palembang Meninggal Usai Terima Vaksin, Ini Penjelasan Tim Forensik
Nasional
Vaksin COVID-19

Seorang dokter di Palembang meninggal dunia sehari setelah menerima suntikan vaksin Corona. Simak penjelasan dari tim forensik dan beberapa pihak terkait berikut ini.

WowKeren - Vaksinasi corona di Indonesia telah dilakukan sejak 13 Januari lalu dengan Presiden Joko Widodo sebagai penerima pertama. Setelah itu sejumlah masyarakat di berbagai daerah turut disuntik dengan vaksin Sinovac yang didatangkan dari Tiongkok.

12 hari berlalu, seorang dokter dari Palembang dengan inisial JF (49) dilaporkan meninggal setelah mendapat suntikan vaksin. Jasadnya ditemukan pada Jumat (22/1) malam di dalam mobil yang terparkir di sebuah minimarket di Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

Penemuan jenazah tersebut berawal dari kecurigaan pegawai minimarket yang melihat mobil JF terpakir sejak pagi hingga hingga pukul 11 malam. Mengetahui ada yang tak beres, pegawai minimarket memutuskan untuk mengecek keberadaan pemilik mobil dengan mengintip kacanya.

Dari pengecekan itu, mereka menemukan JF yang sudah terbujur kaku di dalam mobilnya dan melaporkan kejadian ini kepada polisi. Jenazah JF kemudian dibawa ke RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk divisum guna mengetahui penyebab kematian.

Dokter forensik yang bertugas yakni Indra Nasution memperkirakan JF telah meninggal sejak pagi. Hal itu didasarkan pada otot jenazah yang belum kaku. Selain itu, tim forensik juga menemukan bintik pendarahan yang disebabkan karena kekurangan oksigen di bagian mata, wajah, tangan dan dada.


Dengan sejumlah tanda tersebut, dokter forensik menyimpulkan bahwa JF telah meninggal karena serangan jantung. Mereka memastikan kematiannya tidak berkaitan dengan vaksin Sinovac dari pemerintah.

"Diduga meninggal karena sakit jantung. Benar berdasarkan laporan yang bersangkutan baru saja divaksin, namun vaksin tidak ada hubungan dengan penyebab kematian. Jika akibat vaksin, pasti reaksinya lebih cepat dan matinya juga lebih cepat karena disuntikkan," kata Indra seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Senin (25/1).

Sehubungan dengan hal ini, Yudhi Setiawan selaku Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Palembang mengungkapkan bahwa JF telah menerima suntikan vaksin sehari sebelum meninggal atau pada Kamis (21/1). Mendiang tidak menunjukkan reaksi apapun 30 menit setelah divaksin, sehingga kondisinya bisa dipastikan aman.

"Penyebab kematian dokter JF bukan akibat vaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin," terang Yudhi.

Selain Yudhi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memberikan pernyataan serupa. "Laporan awal penyebab kematian dikarenakan kurang O2 (oksigen) ya, bukan terkait gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi)," jelas Siti Nadia selaku juru bicara vaksin COVID-19 Kemenkes.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts