Heboh Jasa Gotong Jenazah COVID-19 Bertarif Jutaan Rupiah, Pengelola TPU Buka Suara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tisna yang merupakan warga Karangsetra, Kota Bandung, menceritakan keluarganya harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi membayar jasa pengangkut jenazah COVID-19 untuk menguburkan keponakannya.

WowKeren - Pemikul jenazah COVID-19 di Kota Bandung baru-baru ini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat lantaran dikabarkan mematok harga hingga jutaaan rupiah untuk sekali melakukan tugasnya. Padahal, pemakaman jenazah COVID-19 merupakan tanggung jawab pemerintah.

Hal ini dilaporkan oleh Tisna yang merupakan warga Karangsetra, Kota Bandung. Ia menceritakan jika keponakannya yang ang berumur sekitar 42 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Hermina Pasteur, Jumat (22/1), dan langsung dikuburkan di TPU Cikadut sesuai protap COVID-19.

Namun, pada saat hasil swab keluar keponakannya tersebut dinyatakan negatif COVID-19 dan penyebab kematiannya adalah komplikasi sejumlah penyakit. Pada saat pemakaman berlangsung, tidak ada pemungutan biaya dari rumah sakit.

Namun pihak keluarga harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah saat di TPU untuk biaya jasa gotong jenazah pasien corona. "Tidak, cuma jasa itu (gotong jenazah), memberi kepada yang gotong Rp 1,3 juta, ditawar jadi Rp 1 juta, tidak keberatan, katanya mau diganti oleh pihak rumah sakit tinggal diperlihatkan kuitansinya," kata Tisna dilansir dari Detikcom, Selasa (26/1).

Dari informasi yang diperoleh, jasa angkut jenazah pasien COVID-19 ini juga ada yang harus membayar Rp 2 juta hingga lebih. Menanggapi peristiwa ini, salah satu pengelola TPU Cikadut Sudrajat menjelaskan Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung yang berwenang mengurus TPU, hanya memfasilitasi penguburan jenazah.


Sementara penggotongan jenazah setelah dikeluarkan dari ambulans menuju ke tempat pemakaman diserahkan kepada keluarga. "Jasa angkut? Iya kendalanya di situ, kalau pemakaman gratis, bahkan untuk penggalian pengurugan juga, kalau ada yang ngasih diterima kalau tidak ya enggak kenapa-kenapa," kata salah satu pengelola TPU Cikadut Sudrajat.

Sudrajat menyebut penyedia jasa gotong jenazah pasien Corona itu bukan dari Distaru ataupun pekerja harian lepas (PHL) Distaru. "Jasa pikul itu dari luar. Itu warga, kalau PHL kami, yang membuat liang lahat, kita ada 20 orang PHL-nya," ujarnya.

Menurutnya untuk jenazah COVID-19 muslim dan non muslim di TPU Cikadut ada sekitar 600 orang. "Sekitar 600 orang," tuturnya.

Sekitar 10 liang lahat setiap harinya disiapkan oleh pihaknya. "Untuk COVID-19 10 liang lahat sehari," katanya.

Ia menambahkan untuk kuota pemakaman jenazah COVID-19 di TPU Cikadut bisa mencapai 5 ribu. "Bisa untuk 5 ribu, ini luas lahan sekitar 2 hektare," tambahnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts