Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan setelah Presiden Jokowi dan Satgas COVID-19 melaporkan data berbeda terkait orang yang sudah divaksin.
- Ruth Meliana
- Jumat, 29 Januari 2021 - 10:17 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 baru saja menyampaikan perbedaan data mengenai orang yang sudah divaksinasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lantas memberikan klarifikasi atas perbedaan data tersebut.
Sebelumnya, Jokowi menyebut ada 250 ribu tenaga kesehatan yang telah menjalani vaksinasi. Hal ini disampaikan Jokowi setelah menerima vaksin virus corona dosis kedua di Istana Negara, Jakarta.
”Ini kan baru awal-awal, vaksinasi ini baru awal, dimulai dari nakes, baik dokter, perawat, di awal ada manajemen lapangan yang harus diperbaiki,” kata Jokowi dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/1). “Sehingga hari ini kita kurang lebih 250 ribu yang sudah divaksin untuk nakes.”
Namun, juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito melaporkan baru ada 190 ribu tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin virus corona. Ia menyebut vaksinasi terus dilakukan secara bertahap.
Program vaksinasi di Indonesia saat ini sedang dilakukan secara bertahap per tanggal 25 Januari sebanyak 193.909 tenaga kesehatan telah divaksinasi begitu pula beberapa perwakilan penerima vaksin perdana,” ujar Wiku dalam siaran YouTube BNPB, Kamis (28/1).
Kemenkes menjelaskan perbedaan data itu kemungkinan terjadi karena waktu pengambilan data yang berbeda. Data orang yang sudah menjelani vaksinasi dapat dilihat langsung di situs resmi Kemenkes yang selalu di-update setiap harinya.
”Mungkin (beda) di-cut off point-nya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi seperti dilansir dari Detik, Kamis (28/1). “Di website kemkes.go.id.”
Berdasarkan data Kemenkes hingga Jumat (29/1), sudah ada 373.786 orang yang menjalani vaksinasi COVID-19. Jumlah itu terdiri dari vaksinasi pertama sebanyak 368.318 orang dan vaksinasi 2 sebanyak 5.468 orang.
Sementara itu, jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan data yang selalu disampaikan Kemenkes akan terus berubah. Nantinya, data itu akan selalu disampaikan secara berkala oleh Kemenkes di laman resmi mereka.
”Iya ikuti saja informasi data dari Kemkes,” jelas Wiku. “Dengan berjalannya waktu, data akan berubah terus. Berbahaya menyebut jumlah tanpa menyebut tanggal. Data real-nya ada di Kemenkes.”
(wk/lian)