Pengurs Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyambut baik kebijakan baru pemerintah dalam hal ini Kemenkes yang mengizinkan seluruh rumah sakit untuk membuka pelayanan COVID-19.
- Nidya Putri
- Jumat, 29 Januari 2021 - 14:42 WIB
WowKeren - Pemerintah melalui Kemenkes telah mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan seluruh rumah sakit untuk membuka pelayanan COVID-19. Wakil Ketua Umum Pengurs Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun menyambut baik kebijakan tersebut.
Akan tetapi, ia mengingatkan akan tetap ada potensi beban rumah sakit penuh akibat terus bertambahnya pasien meskipun pemeritah memperluas rumah sakit untuk melayani pasien COVID-19. Untuk itu, Slamet menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan dokter umum maupun klinik-klinik yang ada untuk penanganan awal pasien COVID-19.
Menurut Slamet, hal ini perlu dilakukan agar orang yang merasakan gejala COVID-19 tak langsung datang ke rs. “Memanfaatkan puluhan ribu dokter umum maupun klinik-klinik itu belum dimanfaatkan, yang dimanfaatkan kan baru puskesmas,” katanya dilansir Kompas, Jumat (29/1). "Beban rumah sakit harus dikurangi dengan cara bagi pasien-pasien yang ringan cukup di rumah saja, diperiksa oleh dokter umum di sekitarnya, diberi insentif dokter umumnya."
Saat ini, puskesmas juga tak mampu untuk menangani pasien COVID-19 karena jumlahnya yang terus meningkat. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah melibatkan dokter dan klinik untuk penanganan awal guna menghindari perburukan seperti yang dilakukan di London, Inggris.
Pelibatan dokter dan klinik, kata Slamet, juga harus diimbangi suplai obat anti virus misalya avigan. “Kayak di London, sekeluarga setiap hari dipantau, baik telfon, baik datang, kasih oksigen, kasih obat, sekarang kan banyak pasien meninggal karena nggak dapat rumah sakit,” tuturnya. "Obat-obatan ini kan menyelamatkan nyawa kayak immunoglobulin, plasma konvalasen itu kan sulit didapat, itu pemerintah juga harus menyediakan."
Slamet sendiri mengapresiasi langkah pemerintah yang berusaha memperbanyak jumlah rs untuk menangani pasien COVID-19. Namun, pemerintah juga harus mempersiapkan pembiayaan dengan baik terutama untuk fasilitas hingga sumber daya manusianya.
“Kami menyampaikan apresiasi atas usaha pemerintah untuk memperluas bed (tempat tidur) untuk pasien Covid, tapi perluasan bed Covid itu kan membutuhkan fasilitas, sarana dan SDM yang tidak mudah,” tuturnya. “Pembiayaan pemerintah juga harus cukup, mengingat sekarang ini klaim Covid rumah sakit hampir semuanya macet atau terhambat."
(wk/nidy)