Kepala SMKN 2 Padang Rusmadi merasa dijebak usai polemik kewajiban memakai jilbab bagi siswi nonmuslim di sekolahnya menjadi viral dan dianggap sebagai bentuk praktik intoleransi.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 30 Januari 2021 - 08:09 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan dengan polemik kewajiban memakai jilbab terhadap siswi nonmuslim. Polemik yang terjadi di SMKN 2 Padang ini pun akhirnya ditanggapi banyak pihak dalam skala nasional, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang sampai membuka opsi pencopotan pihak terkait.
Kini Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi, akhirnya kembali buka suara perihal polemik tersebut. Rusmadi yang sebelumnya sudah memohon maaf atas peristiwa viral yang terjadi mengaku heran mengapa peraturan kewajiban pakai jilbab ini baru dipermasalahkan di era kepemimpinannya ketika sebenarnya sudah ada sejak 2005.
Rusmadi memang merujuk pada Instruksi Walikota Padang Nomor 451.442/BINSOS-iii/2005 yang mewajibkan jilbab bagi seluruh siswi di sekolah negeri setempat. Karena itulah, Rusmadi seolah merasa dijebak, apalagi dengan ancaman sanksi yang bisa dijatuhkan karena dianggap intoleransi.
"Sebenarnya masalah ini telah lama. Tapi kasusnya saat saya menjadi Kepsek diangkat. Ini kan saya dijebak ini," ujar Rusmadi dalam sebuah webinar, Jumat (29/1).
Rusmadi menegaskan, toleransi sangat dijunjung tinggi di lingkungan sekolahnya. "Kawan-kawan kita ada dari Tionghoa yang nonmuslim, ada dari Nias yang nonmuslim. Ada Katolik dan Kristen Protestan," jelas Rusmadi, dilansir dari Kompas, Sabtu (30/1).
"Padahal kalau orangtua siswi nonmuslim bicara langsung kepada saya, tidak seperti ini," imbuh Rusmadi. "Karena kami punya mindset, nonmuslim tidak wajib menggunakan jilbab, itu sudah diwanti-wanti dari awal."
Rusmadi tak menampik kewajiban memakai jilbab untuk siswi nonmuslim adalah pelanggaran HAM. Karena itulah SMKN 2 Padang kemudian membuat peraturan baru bersama Komite Sekolah dan para alumni untuk menampung aspirasi seluruh umat beragama.
"Ini agar kita tetap NKRI dan tidak terpecah belah. Jadi tidak ada perbedaan lagi, agar tidak ada lagi intoleransi di Padang," pungkas Rusmadi.
Sebelumnya mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, blak-blakan membuka alasan mewajibkan siswi nonmuslim memakai jilbab. Ternyata salah satu alasannya cukup tak terduga, yakni demi mencegah para siswi digigit nyamuk!
(wk/elva)