Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA dan penodaan agama.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 30 Januari 2021 - 18:09 WIB
WowKeren - Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke Bareskrim Polri terkait cuitannya soal "Islam arogan". Laporan tersebut diterima kepolisian dengan nomor STTL/033/1/2021/Bareskrim tertanggal 29 Januari 2021.
"Ketum DPP KNPI Haris Pertama menginstruksikan dan memberi mandat kepada saya selaku Kabid Hukum DPP untuk melaporkan Abu Janda ini, diduga pemilik akun twitter @permadiaktivis1 ke Mabes Polri," tutur Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medya Rischa Lubis, dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (30/1). "Atas dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA dan penodaan agama."
Menurut Medya, pihaknya melaporkan Abu janda ke kepolisian usai mendapat dukungan dari masyarakat. Ia menilai penindakan hukum yang tegas terhadap isu bermuatan SARA memang harus dilakukan agar tak berpotensi memecah belah persatuan.
"Dalam hal ini Abu Janda sudah mengatakan bahwa 'Islam agama yang arogan'," papar Medya. "Seperti diketahui Islam bukanlah agama yang seperti itu."
Di sisi lain, Abu Janda sendiri telah memberikan klarifikasi terkait cuitan "Islam arogan" tersebut. Sebagai informasi, cuitan Abu Janda yang dipersoalkan tersebut diunggah pada 24 Januari 2021.
"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya kearifan lokal," demikian kutipan cuitan Abu Janda. "Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat."
Menurut Abu Janda, cuitan tersebut diunggahnya kala membalas cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain. "Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini ulama dan Islam dihina di NKRI," demikian cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain yang dibalas oleh Abu Janda tersebut.
"Jadi karena itulah keluar kata 'arogan' di tulisan saya, karena saya menjawab tweet ustaz tengku tadi yang katakan minoritas di sini arogan ke mayoritas," terang Abu Janda dalam video klarifikasi dilansir Kumparan. "Yang kedua, komentar tersebut tentu saya bicara sebagai seorang muslim dalam konteks autokritik perihal masalah internal masalah Islam saat ini. Makanya di situ saya tulis Islam sebagai agama pendatang dari Arab. Jadi yang saya maksud adalah Islam transnasional seperti salafi-wahabi, yang memang pertama dari Arab. Yang kedua, mereka memang arogan ke budaya lokal, seperti mengharam-haramkan sedekah laut yang saya tulis dan lainnya."
Lebih lanjut, Abu Janda menjelaskan bahwa cuitannya tidak dimaksudkan kepada Islam Nusantara seperti NU dan Muhammadiyah. "Segitu saja video singkat saya, semoga bisa menjelaskan, mohon maaf jika ada kesalahpahaman. Maklum, jempol menulis saat debat panas jadi keluarnya suka tidak sinkron. Matur suwun, mohon arahannya terus," pungkas Abu Janda.
(wk/Bert)