Penularan Corona Kian Masif, Ganjar Pranowo Usul Pemerintah Pusat Terapkan Aturan Ini
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional

Pernyataan Presiden Jokowi soal tak efektifnya PPKM tahap pertama menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Simak tanggapan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Penularan virus Corona di tanah air kian masif meski pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11 Januari lalu. Pasalnya, mobilitas masih tinggi dan kasus positif COVID-19 di beberapa provinsi terus naik. Itulah mengapa Presiden Joko Widodo menilai PPKM tahap pertama pada 11-25 Januari lalu tidak efektif mengendalikan wabah.

Penyataan presiden tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Untuk mengantisipasi lonjakan, ia mengusulkan agar pemerintah pusat mewajibkan seluruh kabupaten dan kota di kawasan Jawa-Bali menerapkan PPKM.

"Memang PPKM jilid pertama itu tidak efektif, maka ada PPKM jilid kedua. Evaluasi malam ini, sekarang tinggal seminggu dan dirasa dampaknya kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali semuanya ikut PPKM," kata Ganjar seperti dilansir dari Kumparan pada Senin (1/2).

Menurutnya, PPKM akan memiliki dampak positif jika diterapkan di seluruh kabupaten/kota, bukan beberapa saja seperti sebelumnya. Pasalnya, semua pihak akan bergerak serentak untuk mensukseskan program tersebut.

Ganjar mengakui bahwa langkah serupa telah ia terapkan di Jawa Tengah. Awalnya hanya ada tiga daerah di Jateng yang diusulkan menerapkan kebijakan tersebut, yakni Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya. Namun seluruh kepala daerah di sana akhirnya sepakat untuk menerapkan PPKM.

"Tapi respon seluruh Bupati/Wali Kota di Jateng bagus dan semuanya ikut menerapkan. Sebab, mereka menganggap ini penting dan butuh partisipasi semuanya. Jadi, memang harus seperti itu," imbuh Ganjar.


Berkat itu, Jateng menunjukkan hasil positif selama pelaksanaan PPKM tahap pertama. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya persentase Bed Occupacion Rate (BOR) atau angka rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit Jateng.

"Jadi capaiannya muncul dari sisi penanganan kesehatan. Tempat tidur isolasi dan ICU semuanya terkendali. Bahkan untuk tempat isolasi terpusat yang kami sediakan, sampai hari ini tidak pernah penuh," paparnya.

Kendati demikian, Ganjar tak menampik jika wilayahnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Khususnya pada tingkat partisipasi masyarakat yang masih berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Ada banyak yang bisa dilakukan di sisa waktu seminggu ini. Penataan-penataan di tingkat kabupaten/kota yang ada yang mengalami peningkatan. Tadi dilaporkan pak Menko, ada beberapa kabupaten/kota yang mengalami peningkatan di Jateng selama PPKM, yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo dan Kabupaten Jepara. Nanti tiga ini akan kami dampingi agar kemudian bisa terkendali," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh melalui rapat koordinasi yang dilakukan pada Senin (1/2) hari ini. Adapun agenda yang dibahas dalam pertemuan bersama bupati dan wali kota tersebut berkaitan dengan pelaksanaan PPKM dan berbagai upaya perbaikan.

Sementara itu, PPKM Jawa-Bali awalnya diterapkan selama 11-25 Januari. Namun karena jumlah kasus positif COVID-19 terus melonjak, pemerintah memutuskan untuk melakukan perpanjangan hingga 8 Februari mendatang.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait