'Pray For Nganjuk' Trending Topic Imbas Tanah Longsor Mengerikan, Korban Jiwa 9 Orang
Twitter/ArifNurH_ANH
Nasional

Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor tengah melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Bencana ini diduga disebabkan hujan berintensitas sedang sampai tinggi sejak Minggu (14/2).

WowKeren - Belum genap 2 bulan berlalu di tahun 2021, Indonesia dilaporkan sudah dirundung beragam bencana alam. Yang terbaru dan tengah menjadi duka nasional adalah bencana alam berupa banjir serta tanah longsor di Nganjuk, Jawa Timur.

Masyarakat Indonesia pun bersama-sama mendoakan agar dampak bencana ini bisa segera teratasi. Hal ini pun tampak dari trending topic Indonesia pada Selasa (16/2) pagi, yakni dengan kata kunci "Pray for Nganjuk" yang menduduki posisi wahid.

"Berdoa dengan khidmat untuk seluruh warga yang terdampak musibah Banjir di Nganjuk Jawa Timur. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dan memberkahi hidup kita dengan kesabaran. #PrayForNganjuk," cuit akun resmi Nahdlatul Ulama (NU). "Mohon doa nya buat korban banjir dan tanah longsor di kabupaten Nganjuk Jawa timur," imbuh @i***a, lengkap dengan emoji menangis serta menangkupkan tangan memohon doa.

Twitter/TITIKSU05235357


Di kata kunci terkait pun banyak terunggah video amatir yang merekam detik-detik kejadian tersebut. Banyak warga berteriak panik ketika tanah longsor terjadi hingga terperangahnya masyarakat melihat seberapa dahsyat terjangan air ketika banjir melanda.

Twitter/im_metha

Dilansir dari iNews, bencana ini tepatnya terjadi di Desa Ngetos dan hingga kini diketahui sudah menewaskan hingga 9 warga. Tim gabungan pun dikerahkan untuk mencari hingga 10 warga yang masih dilaporkan hilang.

Data Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk per Senin (15/2) pukul 20.00 WIB juga melaporkan ada 16 warga yang ditemukan dalam kondisi luka-luka dan segera mendapatkan perawatan medis dari Puskesmas terdekat. Total 54 kepala keluarga atau sekitar 175 jiwa terdampak, dengan 156 jiwa mengungsi ke rumah kepala desa serta kerabat dekat. Selain itu ada sekitar 8 unit rumah yang dilaporkan rusak berat akibat peristiwa ini.

BPBD pun dikabarkan akan mengerahkan alat-alat berat demi memaksimalkan pencarian di 3 sektor. "BPBD Kabupaten Nganjuk bersama unsur terkait juga mengoperasikan dapur umum dan pelayanan di pos pengungsian," tutur Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dr Raditya Jati, dalam siaran persnya, dilansir iNews.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts