Banyak Lansia Termakan Hoaks Vaksinasi Corona Dari WA, Pakar Sarankan Hal Ini
Pexels/Nataliya Vaitkevich
Nasional
Vaksin COVID-19

Dalam pesan yang beredar, lansia diajak untuk langsung mendatangi lokasi tanpa mendaftar dengan syarat hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

WowKeren - Hoaks terkait vaksinasi virus corona (COVID-19) yang beredar lewat broadcast aplikasi WhatsApp (WA) membuat banyak lansia mengantre di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/3). Dalam pesan yang beredar, lansia berusia di atas 60 tahun diajak untuk langsung mendatangi lokasi tanpa mendaftar dengan syarat hanya perlu membawa KTP. Warga dengan KTP non-DKI pun disebut tetap akan dilayani.

Kementerian Kesehatan pun telah mengklarifikasi hoaks tersebut. Menurut Kemenkes, vaksinasi itu dikhususkan bagi lansia pemilik KTP DKI, telah mendaftar melalui link dki.kemkes.go.id, dalam kondisi sehat, dan membawa surat keterangan dokter jika memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Klaalrifikasi Kemenkes

Twitter/@Kemenkes_RI

"Dalam kurun waktu dua jam, kondisi tersebut sudah dapat terkendali, dan keadaan kembali normal. Antrian di luar yang tadinya mencapai 125 M, kemudian berkurang menjadi 50 M," ungkap Kemenkes dalam media sosial resminya, Rabu (3/3). "Pada waktu istirahat, proses vaksinasi tetap berjalan bagi 50 persen peserta yang sudah ada."


Banyaknya lansia yang termakan hoaks dari WA tersebut membuat pakar epidemiologi FKM Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyarankan agar vaksinasi lansia dilakukan melalui satu pintu saja, yakni lewat koordinasi RT/RW. "Jadi pokoknya jangan percaya sama informasi lain, semuanya satu (pintu) RW saja," terang Pandu kepada detikcom, Rabu.

Para Ketua RW nantinya bisa memberikan informasi terkait jadwal dan vaksinasi kepada lansia secara langsung. Hal tersebut diharap bisa meminimalisir lansia yang tertipu hoaks vaksinasi dari WA atau media sosial lainnya. "Kalau ada yang tidak bisa datang (vaksinasi) dilaporkan saja, nanti akan didatangi secara khusus," papar Pandu.

Lebih lanjut, Pandu juga menilai tempat vaksinasi bisa diletakkan di setiap kelurahan demi memudahkan para lansia. Menurutnya, vaksinasi lansia harus terus digenjot untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Banyak orang tidak bertanggung jawab (mengirim broadcast hoaks), tangkapin aja orang-orang begitu," tegas Pandu. "Itu kan kasihan lansia karena begitu antusias (ikut vaksinasi)."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts