DPRD DKI Minta Keluarga Anggota Dewan Ikut Divaksin COVID-19, Ini Jawaban Pemprov
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mohamad Taufik mengusulkan agar keluarga anggota dewan turut mendapat vaksinasi COVID-19 tahap kedua.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 tahap kedua terus berjalan. Sebagian pekerja layanan publik telah mendapatkan suntikan dosis pertama untuk vaksin tersebut.

Adapun salah satu kelompok yang mendapatkan vaksin COVID-19 adalah anggota DPR dan DPRD. Namun, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, pihaknya tengah mengajukan agar keluarga anggota dewan turut mendapat vaksinasi COVID-19.

Taufik menilai usulan itu sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berdasarkan permintaan dari rekan-rekannya di DPRD DKI Jakarta. "Baru mau (diajukan). Kemarin atas permintaan kawan-kawan (anggota Dewan) kita ajukan," katanya, Rabu (3/3).

Usulan tersebut dicetuskan, kata Taufik, karena anggota dewan cemas membawa virus corona pulang ke rumah. Karena anggota dewan sering berhubungan langsung dengan masyarakat. "Kita kan berhubungan dengan masyarakat, kita pulang (khawatir membawa virus) ke rumah gimana," ujarnya.


Menanggapi usul dari DPRD, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pihaknya menolak. Ia mengingatkan jika sudah ada tahapan dan penentuan prioritas kelompok yang harus divaksin.

Keluarga anggota DPRD sendiri tak termasuk dalam kelompok prioritas vaksinasi COVID-19. "Iya dong, kita kan ada tahapannya, prioritas bukan keluarga (anggota DPRD)," kata Riza, Rabu (3/3).

Adapun kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 yang dimaksud Riza adalah tenaga kesehatan yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar daripada kelompok manapun. Kemudian petugas publik yang banyak berinteraksi dengan masyarakat seperti pedagang pasar, petugas keamanan, dan para pewarta. "Tentu kita harus memprioritaskan tenaga kesehatan, teman-teman wartawan, Profesi yang banyak berinteraksi dengan masyarakat," tutur Riza.

Untuk masyarakat yang tak termasuk kelompok prioritas sebaiknya untuk sementara tidak keluar rumah agar mengurangi risiko terpapar COVID-19. "Kalau keluarga kita lebih baik berada di rumah. Karena tempat terbaik bagi seluruh warga (saat pandemi) adalah di rumah," tandasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts