Pemerasan Seksual Online Marak Terjadi, Polri Diminta Gencarkan Patroli Siber
pixabay.com
Nasional

Maraknya pemerasan seksual online atau sextortion di Tanah Air membuat Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid meminta Polri terus melakukan patroli siber untuk lindungi masyarakat.

WowKeren - Pemerasan seksual online atau sextortion marak terjadi di Indonesia. Motif pelaku pun beragam, mulai dari ekonomi, dendam karena putus cinta hingga penyimpangan seksual.

Modus yang digunakan bermacam-macam, dari metode phising dengan mengirim link lewat chat korban, hingga melalui penawaran video call sex (VCS). "Kita melihat banyak di medsos banyak menawarkan VCS dengan berbayar dan sebagainya. Itu berbahaya, karena video itu justru bisa direkam kemudian disebarkan," ujar Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Kombes Pol Reinhard Hutagaol, melalui dialog 'Waspada Ancaman Pemerasan Seksual di Internet' yang disiarkan kanal YouTube Siber TV, Jumat (5/3).

"Itulah sebenarnya sarana orang-orang itu untuk memeras," sambungnya. "Kemudian disengaja, itu mereka merekam kegiatan aktivitas seksual kita kemudian disebarkan, dan dia mengancam kalau nggak ngasih duit atau memberikan sejumlah uang disebarkan."


Maraknya fenomena sextortion ini membuat Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid meminta Polri terus melakukan patroli siber untuk lindungi masyarakat. "Modus kejahatan seksual lewat online makin bervariasi saja, mulai dari penipuan, transaksi seksual dan pemerasan," katanya, Jumat (5/3). "Pelakunya pastinya mencari kelemahan korbannya sehingga mendapat keuntungan dengan cara seperti kasus yang terjadi."

Anggota Komisi III DPR RI ini meminta agar Polri terus melakukan patroli siber di media sosial. Dengan begitu, masyarakat akan tetap terlindungi. "Kami dukung Polri untuk terus melakukan patroli siber untuk menjaga masyarakat dari kejahatan online," ujarnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua MPR ini juga meminta masyarakat selalu waspada dalam menggunakan media online. Ia juga berharap agar Polri terus memberi informasi terkait modus-modus penipuan di media online kepada masyarakat.

"Masyarakat agar waspada dalam menggunakan jejaring online," tandasnya. "Polisi gencar memberikan info terkait modus modus penipuan via jejaring online."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts