Tahanan Dipastikan Dapat Vaksin COVID-19, Jaksa Agung: Mereka Punya Hak Untuk Hidup
Instagram/jaksa_agungri
Nasional
Vaksin COVID-19

Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan tahanan di instansinya mendapatkan vaksin COVID-19. Menurutnya, para tahanan juga memiliki hak untuk hidup, sehingga mereka harus mendapatkan vaksin tersebut.

WowKeren - Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan bahwa seluruh tahanan yang kasusnya ditangani oleh Kejaksaan Agung akan mendapatkan vaksin COVID-19. Ia menekankan bahwa para tahanan juga memiliki hak untuk hidup, sehingga mereka harus mendapatkan vaksin tersebut.

"Pasti, pasti semua (dapat vaksin), yang di sini semuanya kami vaksin. Sekitar 30 orang tahanan di sini," kata Burhanuddin kepada awak media di Kompleks Kejagung, Jakarta, Senin (8/3).

Selain tahanan Kejagung, vaksin COVID-19 juga diberikan kepada tahanan yang dititipkan oleh Korps Adhyaksa ke sejumlah rutan milik instansi lain. Karena itulah prosesnya tengah dikoordinasikan antar lembaga.

Kendati demikian, Burhanuddin belum dapat memastikan kapan vaksinasi untuk tahanan dilakukan. Hal itu dikarenakan pihaknya tengah menggelar vaksinasi bagi pegawai Kejagung hingga 12 Maret mendatang. "Kami akan koordinasikan untuk dilakukan vaksin," imbuhnya.


"Gimana pun juga mereka punya hak untuk hidup. Ini kan untuk kebersamaan semua, bukan hanya untuk seseorang. Apakah tahanan juga tidak boleh untuk sehat? Ini kan semua, semua itu tentu bangsa Indonesia," pungkasnya.

Sebelum Kejagung, instansi lain yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberikan vaksin COVID-19 kepada tahanannya terlebih dahulu. Vaksin ini telah diterima oleh 39 dari 61 tahanan KPK. Pemberian vaksin kepada 22 tahanan lainnya terpaksa ditunda karena faktor kesehatan.

Indonesia sendiri saat ini tengah memasuki tahap kedua vaksinasi COVID-19. Target penerima dalam tahap ini adalah 38.513.446 jiwa yang terdiri dari 21 juta lebih lansia dan 17 juta pekerja pelayanan publik, yang diharapkan rampung pada bulan Mei mendatang.

Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat vaksinasi. Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi drive thru di kawasan Bali dan Jakarta. Sesuai dengan namanya, pemberian vaksin dilakukan tanpa harus turun dari kendaraan, sehingga dapat mencegah kerumunan sekaligus mempercepat proses penyuntikan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts