Ridwan Kamil Buka Suara Soal Klaster Senam dan Ziarah di Jabar
Twitter/ridwankamil
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan warga Jabar agar tak berkerumun, guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Hal ini disampaikan lantaran muncul sejumlah klaster baru yaitu senam dan ziarah.

WowKeren - Sejumlah klaster COVID-19 bermunculan di Jawa Barat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil kembali mengingatkan kepada warga agar tak berkerumun, guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Perlu diketahui, sejumlah klaster baru yang dimaksudkan adalah klaster ziarah yang terdiri dari puluhan warga di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Mereka tertular saat melakukan ziarah ke Tasikmalaya.

Kemudian, puluhan orang tertular virus Corona setelah melakukan senam sehat di Tasikmalaya. Berdasarkan data Satgas setempat, klaster senam di Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, itu telah bertambah hingga menjadi 25 orang per Senin (8/3).


"Saya titip ke pemerintah daerah dan forkopimda khususnya kepolisian yang namanya Covid ini selalu berada di kerumunan, nah kerumunan ini tidak pilih-pilih mau ziarah kubur, mau senam sehat, mau ubrang-abring yang sifatnya berdekatan itu selalu ada," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (8/3).

"Oleh karena itu, saya menitipkan pesan tolong warga Jabar seiring dengan keberhasilan PPKM dan seiring dengan kita sedang kerja keras vaksinasi," sambungnya. "Tolong kami dihormati dengan cara tidak melakukan kegiatan berkerumun, kasus senam beramai-ramai tanpa masker karena olahraga kan itu harus ditunda dulu. Boleh senamnya, tapi jaraknya jauh-jauh sekali atau tidak berkelompok. Tahan juga ziarahnya selama bisa diatur jumlahnya sedikit."

Pemilik nama akrab Kang Emil ini juga menitipkan pesan kepada pengelola sekolah keagamaan yang melakukan tatap muka untuk rutin melaksanakan swab antigen bagi orang-orang yang beraktivitas di dalamnya. "Saya mengingatkan kalau yang namanya tatap muka kita rajin melakukan swab antigen dulu ya sebagai tahap awal. Makanya tadi saya sudah menitipkan kita mendrop swab antigen untuk pertahanan pertama, jika ternyata reaktifnya menjadi gejala, seluruh pesantrennya kita lakukan swab PCR, saya kira ini menjadi warning," tuturnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts