Kabar Baru Vaksin Merah Putih Eijkman, Ditarget Mulai Uji Klinis Juni 2021
Pixabay
Nasional

LBM Eijkman menjadi pengembang Vaksin Merah Putih dengan progres paling cepat dibanding 5 lainnya dan ditargetkan siap memasuki uji klinis fase I pada Juni 2021 mendatang.

WowKeren - Ada beragam jenis vaksin COVID-19 yang akan diedarkan di Indonesia. Bila yang terbaru adalah masuknya 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca, namun diketahui pula Indonesia tetap mengembangkan vaksin secara mandiri bertajuk Vaksin Merah Putih.

Dan kabar terbaru mengungkap bahwa Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menjadi yang termaju, bahkan diperkirakan bisa mulai uji klinis Juni 2021 mendatang. Hal ini seperti disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono ketika Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (10/3).

Sebagai informasi pula, selain LBM Eijkman, Vaksin Merah Putih juga melibatkan peneliti dari berbagai lembaga lain. "Perkembangan vaksin Merah Putih yang melibatkan pembiayaan fase I dan III meliputi beberapa inisiator, Eijkman, LIPI, UGM, ITB, Unair, Unpad," tutur Dante.

"Prediksi ke depan sitvaksin Eijkman itu akan capai uji praklinis April-Mei 2021," imbuhnya, dikutip dari Kumparan. "Kemudian uji fase I mudah-mudahan kita bisa kejar sampai nanti Juni 2021."


Menurut Dante, fase selanjutnya bagi beberapa peneliti tergantung pada kemampuan developing uji praklinis di laboratorium. Baru setelahnya Kemenkes akan menyusun panel ahli independen untuk setiap riset vaksin dan tahapannya.

"Panel ahli akan bekerja sama antara Kemenristek dan Kemenkes untuk menilai," kata Dante. "Bahwa apakah vaksin yang di-develop dari lembaga-lembaga itu mempunyai hasil yang positif untuk dilanjutkan secara evidence based, ilmiah, sampai tahap produksi."

Sedangkan seperti sebelumnya, fase produksi Vaksin Merah Putih memang diprediksi dimulai pada awal 2022. Vaksin Merah Putih sendiri merupakan solusi jangka panjang kebutuhan vaksin COVID-19 di Tanah Air.

Di sisi lain, jutaan dosis vaksin AstraZeneca sudah masuk ke Indonesia dan disebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi tahap II. Pasalnya saat ini kebutuhan vaksin di Indonesia melonjak seiring dengan banyaknya target yang dituju, seperti lansia hingga para pekerja layanan publik.

Pada kesempatan berbeda, Wamenkes Dante mengungkap laju vaksinasi COVID-19 dalam sehari bisa mencapai 200 ribu dosis. Padahal beberapa bulan lalu Indonesia baru mampu mencapai 36-38 ribu dosis vaksin sehari.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait