Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti kecelakaan maut yang dialami bus pariwisata yang mengangkut rombongan peserta ziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, di Sumedang pada Rabu (10/3) malam.
- Nidya Putri
- Jumat, 12 Maret 2021 - 11:01 WIB
WowKeren - Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan peserta ziarah dan tur siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang mengalamikecelakaan maut di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3) malam. Peristiwa nahas tersebut memakan 29 korban jiwa.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut berbelasungkawa atas musibah tersebut. "Turut berduka cita atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Wado Sumedang. Terdapat sejumlah korban jiwa dalam kecelakaan ini. Semua penumpang sudah berhasil ditarik dari bus oleh Basarnas dan tim Pemkab Sumedang, juga Pemprov Jabar dan saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit," tulis Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya, Kamis (11/3).
Adanya peristiwa ini, tentunya membuat pemilik panggilan Kang Emil ini mengimbau para sopir dan manajemen pemilik bus untuk selalu mengecek dan memastikan kelaikan dan kualitas kendaraan agar selalu dalam kondisi baik dan prima sebelum melayani publik. "Jika terbukti karena kelalaian, maka pemilik izin operasi akan diberi sanksi," katanya. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran atas musibah ini dan semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di masa depan. Aamin."
Sebelumnya diketahui, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) menyebut ada indikasi yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut di Sumedang. Salah satunya pemahaman sopir tentang kondisi Tanjakan Cae yang merupakan bagian dari jalur alternatif Malangbong-Sumedang-Subang.
"Indikasi awal, pemahaman pengemudi soal rute," ujar Kadishub Jabar Heri Antasari. "Bus ini kan bus pariwisata, tidak melintas reguler di jalur ini."
Meski demikian, hal tersebut baru sebatas indikasi. Karena, masih ada indikasi lainnya yang masih diselidiki seperti kondisi kendaraan dan kontur jalan.
"Jadi selain faktor pemahaman sopir soal rute, kondisi kendaraan hingga kontur jalan pun kita evaluasi," tuturnya. "Setelah olah TKP, nanti ada FGD baru disimpulkan penyebabnya."
Selain itu, Hery juga akan memastikan bahwa pembatas jalan (guard tail) di Tanjakan Cae sudah terpasang. Namun, guard tail tersebut tidak kuat menahan laju bus hingga bus terjun ke jurang sedalam 20-25 meter. "Jalur ini rawan kecelakaan, guard tail sudah terpasang tapi guard tail ini tak cukup kuat menahan laju bus hingga akhirnya terjun ke jurang," ujarnya.
(wk/nidy)