Makam pasien COVID-19 di Parepare, Sulawesi Selatan, dibongkar orang tidak dikenal. Kapolres Parepare, AKBP Welly mengatakan sebanyak 7 jenazah pasien COVID-19 hilang dari dalam peti.
- Nidya Putri
- Sabtu, 13 Maret 2021 - 14:50 WIB
WowKeren - Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan dengan pembongkaran 7 makam pasien COVID-19 yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Tak hanya dibongkar, ketujuh jenazah pasien COVID-19 itu juga hilang dari dalam petinya.
Hilangnya jenazah COVID-19 tersebut, memunculkan pertanyaan apakah jenazah itu bisa menyebarkan virus?
Menurut panduan interim yang dipublikasi WHO pada Maret 2020 lalu, COVID-19 secara umum disebarkan lewat droplet atau percikan liur. Artinya kecil kemungkinan jenazah yang sudah tidak bernapas bisa menyebarkan virus.
"Hanya organ paru-paru pasien yang meninggal saat pandemi influenza, jika tidak ditangani dengan baik selama autopsi bisa menularkan penyakit," tulis WHO dikutip pada Selasa (13/3). "Selain itu, jenazah tidak bisa menularkan penyakit."
Namun demikian protokol khusus tetap diperlukan saat menangani jenazah. Alasannya untuk berjaga-jaga karena virus diketahui bisa tetap hidup di permukaan sampai berhari-hari.
"Siapa saja yang menangani jenazah harus memakai sarung tangan saat melakukan kontak. Bila ada aktivitas yang mungkin membuat cairan tubuh keluar, gunakan pelindung mata dan mulut," papar WHO dalam keterangannya. "Pakaian yang dikenakan saat menangani jenazah harus segera ditanggalkan dan dicuci begitu selesai prosedur, atau kenakan gaun khusus."
Sementara itu, polisi tengah menyelidiki peristiwa tersebut. "Sementara kita selidiki, makam-makam siapa saja yang dibongkar dan diambil jenazahnya, hanya itu yang sementara bisa kami sampaikan," ujar Kapolres Parepare, AKBP Welly saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (13/3).
Makam khusus COVID-19 yang dibongkar itu berada di TPU Bilalangnge, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Terbongkarnya makam COVID itu baru diketahui pada Kamis (11/3) lalu saat salah seorang warga, Eva hendak berziarah ke makam adiknya yang meninggal karena COVID. "Setidaknya ada 6 atau 7 makam yang terbongkar di sini," ujar Eva di TPU Bilalangnge, Jumat (12/3).
Pantuan di TPU Bilalangnge, tampak sejumlah makam pasien COVID-19 sudah terbongkar dan tidak beraturan. Peti jenazah di makam terbongkar itu juga sudah tampak kosong.
Eva yakin jika jenazah dalam makam itu baru diambil beberapa hari terakhir. Sebab, beberapa waktu lalu dia sempat berziarah ke makam adiknya dan melihat makam tersebut masih rapi dan lengkap dengan nisannya.
"Kemarin di sini ada batu nisan wanita, pas datang kemarin sore tidak ada, sudah hilang. Kemarin kalau tidak salah nisan kayu itu sudah tidak ada, itu lubangnya sudah ada, ada bekas peti," ungkapnya. "Di sana juga kentara (jenazah hilang), sudah ada bukti bukan sekedar hanya lubang kayak gini. Cuma kita tidak tahu siapa yang ambil jenazah, jadi yang saya mau tahu siapa yang ambil jenazah, siapa? Apa pihak keluarga?"
Eva lalu mempertanyakan jika jenazah pasien COVID diambil keluarga jenazah. " Apakah boleh jenazah diambil? Dan kalau memang boleh kenapa tidak dari awal dikasih saja sama pihak keluarga, nanti pihak keluarga yang makamkan, dari pada begini sudah dikubur digali lagi diambil jenazahnya," tandasnya.
(wk/nidy)