Menurut Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, pilot pesawat perintis Susi Air tersebut adalah seorang warga Selandia Baru bernama Ian John Terrence. Kala itu, pesawat tersebut mengangkut tiga orang penumpang.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 13 Maret 2021 - 17:00 WIB
WowKeren - Pesawat perintis milik Susi Air beserta penumpangnya sempat disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Menurut pihak kepolisian, penyanderaan tersebut berlangsung sekitar dua jam.
"Iya benar, itu kemarin kejadiannya, pilot dan pesawat ditahan oleh KKB selama dua jam," ungkap Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, Sabtu (13/3). "Tapi sudah diperbolehkan terbang kembali."
Menurut Mathius, pilot pesawat perintis Susi Air tersebut adalah seorang warga Selandia Baru bernama Ian John Terrence. KKB yang melakukan penyanderaan tersebut dilaporkan berjumlah sekitar 30 orang dan dilengkapi senjata laras panjang.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan bahwa pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika menuju Lapter Wangbe, Kabupaten Puncak, pada pukul 05.40 WIT. Mereka tiba di Lapter Wangbe Kabupaten Puncak sekitar pukul 06.20 WIT.
Adapun pesawat tersebut mengangkut tiga orang penumpang. "Kemudian pesawat tersebut tiba-tiba ditahan oleh sekitar 30 orang Kelompok KKB wilayah Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak," jelas Kamal.
Pesawat Susi Air tersebut lantas tak diperbolehkan kembali ke Timika dan ditahan selama dua jam. Mereka baru bisa kembali ke Timika sekitar pukul 08.30 WIT, usai salah satu penumpang melakukan negosiasi.
"Selama ditahan pilot sempat ditodong dengan menggunakan senjata oleh KKB," papar Kamal di Jayapura. "Saat ini kondisi pilot sehat dan tidak mendapatkan penganiayaan serta barang-barang tidak dirampas."
Sebelumnya, pihak TNI menyatakan bahwa aksi KKB tersebut dipicu oleh rasa kecewa karena mereka tak diberi dana desa oleh kepala kampung setempat. Keterangan tersebut didasarkan oleh penjelasan sang pilot pesawat. KKB disebut sempat memberikan pesan sebelum melepas para sandera agar Susi Air dilarang mengangkut aparat TNI/Polri sebagai penumpang dan supaya dana desa diberikan kepada mereka.
"KSB (kelompok sipil bersenjata) sempat mengancam agar pesawat maskapai Susi Air dilarang membawa penumpang aparat TNI/Polri," ungkap Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa, Jumat (12/3). "Dan KSB juga menyampaikan kekecewaannya dengan kepala kampung karena tidak memberikan dana desa."
(wk/Bert)