Kasus COVID-19 di Sulawesi Utara Alami Penurunan Signifikan, Satgas Ungkap Penyebabnya
Unsplash/Ashkan Forouzani
Nasional

Jumlah kasus COVID-19 di Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Penasaran apa penyebabnya?

WowKeren - Kasus positif COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan drastis sejak awal tahun 2021. Selama hampir sebulan terakhir, jumlah pertambahan kasus harian COVID-19 di Sulawesi Utara tidak sampai ratusan orang per harinya. Bahkan pada Senin (8/3) lalu, tidak ada pertambahan kasus baru yang tercatat di provinsi tersebut.

Setelah ditelusuri, penurunan tersebut rupanya disebabkan karena berkurangnya tes swab yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Jika pada tahun 2020 pengambilan sampel swab per hari bisa mencapai 500 hingga 1.500, data yang tercatat sejak awal tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan pada bulan Maret ini, pengambilan sampel swab hanya berkisar di angka 0 hingga 500 per harinya.

Fakta ini diamini oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara. "Pelandaian (kasus COVID-19) ini sangat dipengaruhi oleh menurunnya jumlah swab PT PCR yang diambil selama bulan Februari dan Maret 2021," kata Satgas seperti dilansir dari Kumparan, Senin (15/3).

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara yakni dr. Steaven Dandel menjelaskan bahwa performa testing dan tracing dipengaruhi oleh pelaksanaan vaksinasi Corona. Sebab menurutnya, perhatian petugas kini terfokus pada pembangunan sistem vaksinasi tersebut.


"Penurunan disebabkan karena testing menurun. Petugas kesehatan tersita ke program vaksinasi," jelas Dandel.

Kendati demikian, Dandel optimis penurunan kasus COVID-19 di Sulawesi Utara juga dipengaruhi oleh sistem pengendalian yang baik. Pernyataan tersebut ia dasarkan pada indikator epidemiologi yang menunjukkan terkendalinya transmisi COVID-19.

"Indikator ini adalah angka positivity rate yang mulai tertekan di bawah 10 persen. Sementara, pada kondisi puncak pada Januari lalu, positivity rate ada di kisaran 20-30 persen. Begitu juga keterisian ruang isolasi yang menurun hingga 20 persen, di mana pada bulan Desember 2020 mencapai 65 persen," pungkas Dandel.

Sementara itu, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Sulawesi Utara per Minggu (15/3) kemarin mencapai 15.196 orang. Dari jumlah tersebut, 12.186 orang dinyatakan sembuh, 516 orang meninggal dan 2.494 lainnya berstatus sebagai kasus aktif.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait