Utang luar negeri Indonesia per akhir Januari 2021 kemarin ternyata mencapai Rp6.000 triliun lebih, sebuah angka yang jelas tak bisa dipandang sebelah mata. Begini rinciannya.
- Elvariza Opita
- Senin, 15 Maret 2021 - 15:06 WIB
WowKeren - Utang luar negeri merupakan salah satu aspek yang banyak disoroti masyarakat Indonesia. Tak main-main, Bank Indonesia menuturkan posisi utang luar negeri pada akhir Januari 2021 mencapai USD420,7 miliar atau setara Rp6.056,6 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.418 per USD1).
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkap sektor publik alias pemerintah dan Bank Sentral masih menjadi penyumbang terbesar utang luar negeri ini, yakni mencapai USD213,6 miliar. Sedangkan utang luar negeri sektor swasta termasuk BUMN mencapai USD207,1 miliar.
Dengan catatan tersebut, maka utang luar negeri Indonesia per akhir Januari 2021 mengalami pertumbuhan 2,6 persen year on year (yoy) alias jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, utang luar negeri Januari ini mengalami penurunan.
"Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut terjadi pada ULN Pemerintah dan ULN swasta," beber Erwin lewat siaran persnya, Senin (15/3). "Perlambatan pertumbuhan (utang) ini disebabkan oleh pembayaran pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo."
Secara rinci dijelaskan utang luar negeri pemerintah mencapai USD210,8 miliar atau tumbuh 2,8 persen yoy. Angka ini juga lebih rendah daripada pada Desember 2020 yang mencapai 3,3 persen. Sektor terbesar di pemerintahan yang menyumbang utang ini adalah administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial sampai 17,6 persen.
Sedangkan untuk pertumbuhan utang luar negeri swasta pada akhir Januari 2021 juga tercatat bertumbuh 2,3 persen yoy, lebih rendah daripada Desember 2020 lalu yang mencapai 3,8 persen yoy. "Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam," jelas Erwin.
Dengan demikian, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB)-nya mencapai 39,5 persen. Angka ini naik tipis dibandingkan rasio bulan sebelumnya yang di kisaran 39,4 persen.
Sebelumnya besaran utang luar negeri yang kala itu masih menembus hampir Rp6.000 triliun memang kerap menjadi sorotan. Namun Presiden Joko Widodo ternyata telah memiliki pandangan tersendiri untuk bisa mencicil utang tersebut.
(wk/elva)