Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan memaksimalkan layanan kesehatan jarak jauh atau telemedicine untuk mengantisipasi munculnya pandemi lain. Simak penuturan lengkapnya berikut ini.
- Eva Lestari
- Kamis, 18 Maret 2021 - 12:38 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan layanan telemedicine di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puksesmas). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya pandemi lain di Tanah Air.
Telemedicine merupakan layanan kesehatan yang membuat pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara pribadi tanpa harus bertatap muka. Dengan begitu, kontak fisik dan penyebaran penyakit dapat diminimalisir.
"Kita juga menyadari dari inisiatif digital ini perlunya catatan digital terintegrasi berbasis pasien agar pelayanan kesehatan bisa dilakukan untuk tiap jenis platform telemedicine. Dan itu akan menjadi satu fokus kerja kita terutama untuk menyiapkan kalau misalnya ada pandemi lain yang akan datang," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (17/3).
Untuk mewujudkan program tersebut, Budi mengaku sudah berkonsultasi dengan seluruh stakeholder di Indonesia. Dengan meminta mereka meningkatkan ruang lingkup telemedicine di Tanah Air, Budi berharap layanan ini dapat diakses dengan mudah di setiap daerah.
Di samping itu, program telemedicine ini juga menjadi andalan Budi dalam menangani COVID-19 di Indonesia. Pasalnya masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya di rumah, sehingga tak perlu datang ke Puskesmas maupun klinik seperti sebelumnya.
"Kemenkes sudah mengeluarkan beberapa peraturan terkait penggunaan platform digital. Kita harapkan platform ini dapat membuka akses pelayanan kesehatan di masa pandemi tanpa memperbesar menularkan COVID-19," imbuh Budi.
Sementara itu, layanan kesehatan jarak jauh atau telemedicine menjadi salah satu program andalan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk mengatasi tidak meratanya fasilitas kesehatan di tengah pandemi virus Corona. Sayangnya, program ini terkendala jaringan internet yang stabil di sejumlah wilayah.
Berkaca dari hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah merancang penataan ulang spektrum frekuensi radio. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi teknologi 5G yang dapat mendukung layanan telemedicine di Indonesia.
(wk/eval)