22 Orang Terduga Teroris Dipindahkan Ke Mabes Polri Jakarta, Brimob Polda Jatim Kawal Ketat
Pixabay
Nasional

22 orang terduga teroris yang berhasil ditangkap di kawasan Jawa Timur, hari ini (18/3) akan dipindahkan ke Mabes Polri Jakarta. Sebelumnya, mereka dititipkan di tahanan Polda Jatim.

WowKeren - 22 orang terduga teroris yang telah berhasil diringkus oleh Tim Densus 88 di Jawa Timur akan dipindahkan ke Mabes Polri Jakarta. Hal ini dilakukan guna mempermudah proses penyidikan Tim Densus 88 Antiteror Polri. Sebelumnya, mereka diketahui ditahan di Polda Jatim.

Densus 88 sebelumnya telah melakukan beberapa rangkaian aksi penangkapan terhadap terduga terorisme di Jawa Timur. Dari 22 terduga teroris yang berhasil ditangkap, pihak kepolisian baru mengungkap identitas 12 orang. Pihak kepolisian menduga mereka telah menyiapkan aksi Amaliah.

Pada Kamis (18/3), Brimob Polda Jatim telah mengantarkan 22 orang terduga teroris ke Mabes Polri beserta dengan barang bukti seperti senjata tajam, senpi, kotak amal serta buku-buku tentang terorisme. Proses perpindahan terduga teroris ini dilakukan dengan pengawalan ketat dari Brimob Polda Jatim. Petugas Brimob Polda Jatim tampak bersenjata lengkap.

Selama perjalanan dari Jawa Timur ke Jakarta, mata para terduga teroris ditutup serta tangan dan kaki yang terikat rantai. Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Suprapto mengatakan 22 terduga teroris tersebut merupakan hasil penangkapan dari Densus 88 di sejumlah kota yang ada di Jawa Timur, yakni Malang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Bojonegoro, dan Madiun.


Slamet juga mengatakan bahwa terduga teroris dititipkan di tahanan Polda Jatim setelah penangkapan. Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan, diketahui bahwa mereka merupakan jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yang selama ini menjadi incaran Densus 88.

"Sejak penangkapan, mereka dititipkan di tahanan Polda Jatim, dan hari ini (18/3) akan dibawa ke Jakarta," terang Slamet. "Mereka ini ditangkap di lima kabupaten/kota di wilayah Jatim, usai dilakukan interogasi, mereka diketahui masuk jaringan terlarang."

Slamet mengungkapkan 22 teroris tersebut telah tinggal di Jawa Timur selama lima tahun terakhir. Selama berada di Jawa Timur, mereka telah melakukan perekrutan anggota baru. "Mereka sudah melakukan perekrutan anggota baru sebanyak 50 orang," pungkasnya.

Setelah peristiwa penangkapan 22 teroris tersebut, Polri akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang pernah didiami dan menjadi titik tempat berkumpulnya mereka. Sebelumnya pada 26 Februari lalu, Densus 88 telah menangkap 12 terduga teroris di empat lokasi yang berbeda, yakni di Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, dan Malang. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Selasa (2/3), Densus 88 kembali menangkap delapan terduga teroris di Surabaya, Malang dan Bojonegoro.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait