Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap penyebab utama meningkatnya COVID-19 di ibukota. Simak penuturan lengkapnya dalam berita di bawah ini.
- Eva Lestari
- Jumat, 19 Maret 2021 - 11:16 WIB
WowKeren - Dalam beberapa hari terakhir angka kematian akibat COVID-19 di Jakarta mengalami peningkatan dari 1,6 persen menjadi 1,7 persen. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, peningkatan ini disebabkan karena warga terlambat memeriksakan diri ke rumah sakit.
"Menurut data yang kami terima dari Dinas Kesehatan disebabkan adanya, banyaknya yang terlambat respons. Gejala dalam tubuh, terlambat melaporkan sehingga penanganan jadi terlambat," kata Riza kepada awak media, Kamis (18/3).
Karena itulah politikus Partai Gerindra ini meminta rakyat untuk segera melaporkan kondisinya bila merasakan sejumlah gejala COVID. "Jangan sungkan, jangan segan. Sekalipun sudah divaksin laporkan ke Puskesmas terdekat, ke dokter terdekat, tanyakan. Pasti ada saudara, keluarga, teman yang menjadi dokter telepon setidaknya. Kemudian berangkat segera, periksakan," imbuhnya.
Riza kemudian mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas di ruang publik. "Kami juga minta masyarakat jujur, patuh, taat, disiplin. Menyampaikan gejalanya, masalahnya, apapun sampaikan, yang tidak biasa dirasakan sampaikan," paparnya.
Riza juga menyatakan bahwa Pemprov telah menjamin biaya pengobatan COVID-19, sehingga masyarakat tak perlu khawatir untuk periksa. "Tidak usah ragu. Tidak bayar," tandasnya.
Di samping itu, Riza menjelaskan bahwa kasus aktif COVID-19 di Jakarta mengalami penurunan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokes.
"Kita sudah keluar beberapa waktu dari zona merah. Kasus aktif turun sudah 5.747 seminggu terakhir. Mudah-mudahan ini pertanda baik, semua ini berkat kerja sama semua terutama disiplin masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 di DKI Jakarta hingga Rabu (17/3) tercatat ada 363.700 kasus. Dari jumlah tersebut, 351.680 orang dinyatakan sembuh dan 6.077 orang meninggal dunia.
(wk/eval)