LSM Forum Peduli Masyarakat Biak menolak keras rencana pembangunan Bandara Antariksa di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Menurut mereka, proyek ini akan menghilangkan ruang hidup warga setempat.
- Eva Lestari
- Senin, 22 Maret 2021 - 13:59 WIB
WowKeren - LSM Forum Peduli Masyarakat Biak menentang rencana pembangunan Bandara Antariksa di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Mereka menyatakan bahwa rencana tersebut berpotensi menggusur ruang hidup warga setempat.
Menurut Yohanis Mambrasar selaku anggota Forum Peduli Masyarakat Biak, Bandara Antariksa akan dibangun di sejumlah titik pemukiman warga. Pasalnya hampir tak ada lagi lahan kosong yang terletak di pulau tersebut.
"Itu artinya jika proyek ini dibangun, maka pemerintah akan merelokasi seluruh penduduk Pulau Biak. Dan ribuan warga Biak akan kehilangan tanah dan laut sebagai ruang hidupnya," kata Yohanis dalam sebuah keterangan tertulis, Senin (22/3).
Yohanis menjelaskan bahwa proyek tersebut telah dibahas oleh pemerintah Kabupaten Biak dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Bahkan menurutnya kedua belah pihak telah menyepakati proyek tersebut pada awal Maret lalu.
Namun Yohanis menegaskan bahwa kesepakatan tersebut dilakukan tanpa persetujuan dari warga. Karena itulah ia menyebut pemerintah telah mengabaikan penolakan dan aspirasi warga setempat. "Masyarakat menolak proyek ini namun pemerintah dan pihak LAPAN abai dan terus memaksakan proyek ini dijalankan," imbuhnya.
Selain Yohanis, Koordinator Forum Peduli Masyarakat Biak Michael Awom juga mengutarakan keluhannya. Ia menilai rencana tersebut telah mengabaikan sejumlah hak dasar masyarakat pribumi yang berkaitan dengan hak ulayat masyarakat adat.
Apalagi, penolakan terhadap rencana tersebut telah digaungkan sejak lama. Pada tahun 2006-2007 silam, kelompok intelektual Biak mewakili warga menggelar diskusi tentang penolakan rencana pembangunan Bandara Antariksa di wilayahnya. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 2016 dan 2017, penolakan serupa kembali dilakukan.
"Sikap penolakan masyarakat Biak, sepertinya tidak ditanggapi pemerintah, sehingga hal ini kembali menggemparkan masyarakat Biak pada 12 Maret 2021 yang kini menuai pro dan kontra," jelas Awom.
Awom menjelaskan bahwa rencana pembangunan Bandara Antariksa di Biak dapat memutus rantai kehidupan masyarakat adat yang telah dilankan secara turun temurun. Di samping itu, proyek ini juga akan memusnahkan vegetasi hutan, hilangnya lahan bertani dan berburu hingga pencemaran udara.
Maka dari itu, Awom meminta pemerintah untuk tidak mengambil keputusan sepihak dan lebih mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum menjalankan rencana tersebut. "Apabila statement tuntutan ini tidak ditanggapi, maka dalam waktu dekat, kami masyarakat, pemuda, dan rakyat Papua siap melakukan aksi terbuka," pungkasnya.
Sementara itu, Forum Peduli Masyarakat Biak bukan satu-satunya organisasi yang menentang pembangunan Bandara Antariksa di Papua. Sejumlah organoisasi lain seperti Solidaritas Mahasiswa Saireri dan Solidaritas Mahasiswa Papua juga menolak proyek tersebut.
(wk/eval)