Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Letjen (Purn) Syarwan Hamid, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Yudhistira Cimahi, Jawa Barat.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 25 Maret 2021 - 11:37 WIB
WowKeren - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Letjen (Purn) Syarwan Hamid, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (25/3) dini hari tadi. Mendiang Syarwan menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Yudhistira Cimahi, Jawa Barat, sekitar pukul 03.30 WIB.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie lantas turut membagikan kabar duka tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, Jimly meminta masyarakat untuk mendoakan yang terbaik bagi mendiang Syarwan.
"1 lagi tokoh kita wafat, bapak Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, mantan Mendagri, meninggal dunia pkl. 3.30 tadi malam," cuit Jimly, Kamis hari ini. "Kita doakan yg trbaik utk almarhum, smoga husnulkhotimah. Alfatihah."
Mantan Gubernur Riau, Wan Abubakar, juga telah membenarkan kabar meninggalnya Syarwan. "Benar beliau sudah meninggal saya sedang dalam perjalanan untuk melayat ke Cimahi," terang Wan Abubakar kepada TribunNews.
Sementara itu, istri Syarwan, Endang Agustini Syarwan Hamid, mengungkapkan bahwa jenazah suaminya akan diberangkatkan dari rumah duka Jalan Rantai Kuningan G90/2, KPAD Bulak Rantai, Jakarta Timur. "Mohon dapat dimaafkan atas semua kesalahan-kesalahan bapak selama ini, baik yang disengaja maupun tidak," demikian pesan istri Syarwan.
Sebagai informasi, Syarwan pernah berhasil mengatasi pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) kala menjabat sebagai Komandan Korem Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh. Atas jasa tersebut, ia diangkat menjadi Kadispen TNI Angkatan Darat pada tahun 1992 dengan pangkat brigadir jenderal (bintang satu).
Pada tahun 1997, Syarwan diangkat menjadi Wakil Ketua DPR/MPR mewakili ABRI. Ia kemudian ditunjuk menjadi Mendagri di masa pemerintahan BJ Habibie pada periode 1998-1999.
Sebelum meninggal dunia, Syarwan masih aktif memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah bersama dengan sejumlah kalangan. Pihak Kemendagri sendiri telah membenarkan kabar kepergian Syarwan ini.
"Kami mendapatkan informasi dari keluarga tentang hal ini, namun tidak mendapatkan penjelasan tentang sebab meninggalnya almarhum," kata Kapuspen Kemendagri, Benny Irwan, kepada detikcom. "Meninggal pukul 03.30 WIB tanggal 25 Maret 2021. Alamat Rumah Duka Jl. Rantai Kuningan G90/2 KPAD. Bulak Rantai. Jakarta Timur."
(wk/Bert)