Menurut Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, gugatan tersebut merupakan bentuk tekanan Indonesia kepada BWF atas kejadian ini.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 25 Maret 2021 - 13:14 WIB
WowKeren - Polemik mengenai tim bulu tangkis nasional Indonesia yang dipaksa keluar dari ajang All England 2021 masih terus menjadi bahan perbincangan. Diketahui, tim bulu tangkis Indonesia melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melaporkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) ke Pengadilan Olahraga Internasional (CAS).
Menurut Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, gugatan tersebut merupakan bentuk tekanan Indonesia kepada BWF atas kejadian ini. Menurut Okto, BWF sendiri hingga saat ini masih belum mengakui kesalahannya.
"Gugatan itu adalah bnetuk tekanan kita kepada BWF yang sampai hari ini, mohon maaf, 'masih belum ngaku' kalau yang salah dia," terang Okto kala menjadi narasumber di tayangan "Mata Najwa" edisi Rabu (24/3). "Kalau masalah maaf-maafan itu saya sudah komunikasi sama teman-teman atlet bahwa maaf-maafan nanti bisa setelah Lebaran."
Okto menegaskan bahwa harus ada pihak yang bertanggungjawab soal kerugian yang telah dialami para atlet Indonesia di ajang All England tahun ini. Menurutnya, mereka tidak bisa hanya bersembunyi di balik regulasi suatu negara seperti Inggris yang sudah lama ada sebelum ajang All England 2021 digelar.
"BWF itu harus, bukan hanya minta maaf, tapi harus jelas dulu dimana salahnya, kenapa bisa salah, dan konsekuensinya seperti apa," papar Okto. "Dan ini harus disuarakan supaya ini tidak terjadi lagi."
Lebih lanjut, Okto mengungkapkan bahwa pihak KOI sebelumnya telah melayangkan surat kepada BWF dan Komite Olimpiade Inggris (NOC Inggris) terkait persoalan ini. Sebelumnya, KOI juga telah berkoordinasi dengan PBSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
"Kami sudah mendapatkan feedback dari NOC Inggris, tapi kita belum mendapatkan feedback apa-apa dari BWF. Kami juga sudah berkoordinasi dengan OCA (Dewan Olimpiade Asia), OCA menunggu surat resmi kita. Kita akan menyurati juga dengan IOC (Komite Olimpiade Internasional)," jelas Okto. "Insya Allah besok saya kembali ke Jakarta, kita bisa komunikasi dengan Menpora dan PBSI untuk langkah selanjutnya yang akan kita lakukan."
Sebagai informasi, tim Indonesia dipaksa mundur dari ajang All England usai satu pesawat dengan orang yang positif terpapar COVID-19 dalam penerbangan dari Istanbul ke Birmingham. BWF sendiri telah disebut telah mengirimkan permintaan maaf kepada Indonesia dan menyampaikannya langsung kepada Menpora Zainudin Amali.
(wk/Bert)