Menteri Sosial Tri Rismaharini mengapresiasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) atas dedikasi mereka yang luar biasa kepada masyarakat. Simak penuturan lengkapnya berikut ini.
- Eva Lestari
- Kamis, 25 Maret 2021 - 14:27 WIB
WowKeren - Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan apresiasi kepada Taruna Siaga Bencana (Tagana), yang berulang tahun ke-17 pada Rabu (24/3). Menurutnya, Tagana merupakan ujung tombak Kementerian Sosial dalam penanganan bencana di Tanah Air.
"Dalam beberapa kunjungan ke lokasi bencana, saya melihat mereka bekerja penuh dedikasi dan pengorbanan di tengah situasi sulit. Mereka bekerja tidak kenal lelah dan penuh pengorbanan. Selamat HUT ke-17 untuk Tagana," kata Mensos di Jakarta, Rabu (24/3).
Risma menjelaskan bahwa dirinya kerap mendengar laporan terkait solidaritas Tagana di berbagai daerah. "Jadi Tagana dari daerah sekitar biasa datang dan ikut membantu. Mereka bekerja tidak kenal lelah. Dari pagi sampai malam," imbuh Risma.
Bagi Risma, Tagana layaknya cerminan atas kesetiakawanan sosial karena mereka telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena itulah ia akan memberikan apresiasi yang tinggi kepada mereka.
Apalagi, kata dia, Tagana telah menunjukkan peran besar dalam penanganan bencana yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam. "Di Simeulue yang seharusnya paling parah korban dilaporkan hanya 4 jiwa. Ini tidak lepas dari kuatnya peran kearifan lokal termasuk di dalamnya Tagana," jelas Risma.
Sementara itu dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Risma sempat mengusulkan relokasi anggaran guna mengoptimalkan program perlindungan sosial. Hal ini berkaitan dengan kondisi di lapangan yang masih memerlukan penanganan serius.
Adapun relokasi yang diusulkan adalah anggaran pembangunan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) sebesar Rp 319.013.536.000. Dari jumlah tersebut, Rp 277 miliar akan dialokasikan dalam Penanganan Fakir Miskin.
"Seperti diketahui, saat ini kita masih menyaksikan masih berlangsungnya pandemi COVID-19, kejadian bencana eskalasi masih cukup tinggi, serta angka kemiskinan juga masih cukup tinggi," kata Risma beberapa waktu lalu.
(wk/eval)