Satgas Penanganan COVID-19 meminta setiap pemerintah daerah mulai menyiapkan antisipasi kemunculan kerumunan menjelang libur Hari Raya Paskah yang jatuh pada 4 April 2021 mendatang.
- Nidya Putri
- Jumat, 26 Maret 2021 - 08:58 WIB
WowKeren - Hari Raya paskah jatuh pada Minggu (4/4) mendatang. Namun, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta agar setiap pemerintah daerah dan satgas daerah mulai menyiapkan antisipasi kemunculan kerumunan menjelang libur Hari Raya Paskah.
Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya lonjakan kasus COVID-19 pasa liburan. Adapun langkah yang bakal diambil misalnya membatasi aktivitas di destinasi hiburan hingga memperketat patroli protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di masing-masing wilayah.
"Satgas mengimbau agar dalam seminggu ke depan ini pemerintah dan satgas daerah dapat mulai mengambil langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kerumunan dan mobilitas terkait dengan perayaan hari raya tersebut, dan terutama kerumunan di destinasi hiburan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (25/3).
Wiku juga mewanti-wanti, meski libur Hari Raya Paskah jatuh pada hari Minggu atau libur akhir pekan, tapi menurutnya hal itu justru lebih mengkhawatirkan. Menurutnya, masih terbuka kemungkinan potensi mobilitas tinggi warga menjalani perayaan di tempat keramaian.
Ia juga kembali mengingatkan warga akan potensi kenaikan sebaran kasus COVID-19 di Indonesia ketika hari libur. Apalagi, laporan kasus COVID-19 usai libur panjang cenderung meningkat antara 30-40 persen. "Seperti pengalaman sebelumnya, tanggal merah yang jatuh pada akhir pekan memiliki potensi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat," imbuhnya.
Selain menagih upaya preventif dari pemerintah daerah dan satgas setempat, Wiku juga meminta kesadaran pribadi warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. "Mohon kerjasama dari masyarakat untuk tidak berkerumun, dan tetap mengingat bahwa dalam masa pandemi akan jauh lebih aman untuk menghabiskan liburan di rumah saja," pungkasnya.
(wk/nidy)