Kabar Buruk! Embargo Ancam Ketersediaan Vaksin COVID-19 di Indonesia
pexels.com/cottonbro
Nasional
Vaksin COVID-19

Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, mulai ada beberapa negara yang memberlakukan embargo terhadap distribusi vaksin. Situasi ini pun bisa mengancam ketersediaan vaksin RI.

WowKeren - Vaksinasi digadang-gadang menjadi upaya intervensi yang efektif mengendalikan wabah virus Corona. Indonesia pun termasuk salah satu negara yang ikut menggelar vaksinasi yang kini telah memasuki tahap kedua dengan prioritas penerima lansia dan pekerja sektor publik.

Namun ada satu masalah besar yang mesti dihadapi terkait vaksinasi ini. Yakni perihal ketersediaannya yang kini tengah terancam akibat embargo vaksin di Uni Eropa.

Hal ini seperti disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang digelar Jumat (26/3) hari ini. Menurutnya Uni Eropa saat ini melarang perusahaan farmasi AstraZeneca mengekspor vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan ke Inggris dan negara Eropa lainnya.

"Memang terjadi lonjakan kasus di beberapa negara termasuk di India, sehingga mulai terjadi embargo vaksin," kata Budi Gunadi dalam konferensi persnya. "Sehingga kemungkinan itu bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin beberapa bulan ke depan terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo."


Karena itulah, saat ini pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengatur laju penyuntikan vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi kekosongan pasokan vaksin pada waktu mendatang.

"Kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksinnya agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya," jelas Budi Gunadi. Apalagi karena kini Indonesia sudah mampu menjaga kecepatan vaksinasinya mencapai 500 ribu dosis dalam sehari, bahkan ditarget mencapai 900 ribu per hari dalam beberapa bulan.

Bahkan per hari ini saja, menurut sang mantan Wakil Menteri BUMN, Indonesia sudah melaksanakan vaksinasi untuk 10 juta orang. "Memang alhamdulillah dan insya Allah hari ini vaksinasi akan menembus 10 juta vaksinasi dengan kecepatan harian kita mendekat 500 ribu penyuntikan per hari," tutur Budi Gunadi.

Namun capaian ini tidak akan membuat pemerintah berpuas diri dan terus meningkatkan kecepatannya demi mencapai target yang telah ditetapkan. "Sehingga diharapkan bulan Maret dan April di mana ketersediaan vaksin adalah 15 juta per bulan, kita sudah sesuai kecepatan penyuntikannya," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts