Penyebab kematian Sulaiman Daeng Tika (50), warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai seminggu vaksinasi COVID-19 Sinovac masih diselidiki oleh tim investigasi.
- Nidya Putri
- Sabtu, 27 Maret 2021 - 09:20 WIB
WowKeren - Seorang pria di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia usai seminggu divaksinasi. Setelah disuntik vaksin COVID-19 Sinovac Sulaiman Daeng Tika (50) sempat mengalami demam dan sesak napas.
Tim investigasi pun diminta untuk menyelidiki penyebab kematian Sulaiman ini. Butuh waktu 7 hari bagi tim investigasi untuk mengetahui hubungan kematian Sulaiman dengan Vaksin Sinovac yang disuntikan.
Hasil investigasi itu juga nantinya akan diserahkan ke Pusat. "Kesimpulan maksimal 7 hari dari hari pertama investigasi, semoga segera hasilnya (keluar). Selanjutnya nanti akan ada audit bersama dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Pusat," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dr Nurul AR dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (26/3).
Nurul juga menepis isu beredar yang menyebutkan jika vaksin Sinovac yang disuntikan pada Sulaiman telah kedaluwarsa. Pihaknya justru menduga apabila penyebab kematian Sulaiman ada kaitannya dengan penyakit bawaan atau komorbid.
"Expired multidose-nya masih lama," tegas Nurul. "Semua kemungkinan bisa (komorbid), ada hubungan atau tidak dengan vaksin kita tunggu laporan hasil investigasi tim independen."
Menanggapi peristiwa ini, Satgas COVID-19 Pusat meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan lengkap terkait hal itu. "Tunggu saja hasil pemeriksaan lengkap tentang kejadian tersebut," kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, Selasa (23/3).
Wiku menyebut selama ini tidak pernah ada kendala terkait vaksinasi Sinovac yang dilakukan di Indonesia. Karena itu, dia meminta semua pihak menunggu investigasi yang sedang dilakukan dinas kesehatan Sulsel. "Tidak ada (kendala)," ujarnya.
Wiku sebelumnya telah mengingatkan penerima vaksin yang mengalami efek samping atau rasa sakit tidak wajar setelah menjalani vaksinasi segera ke fasilitas kesehatan terdekat. "(Hal itu) demi keselamatan dan kesehatan individu serta bentuk sumbangsih masyarakat dalam mensukseskan monitoring kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) oleh pemerintah pusat baik Komnas KIPI maupun BPOM," tuturnya.
(wk/nidy)