Kemenkes Ungkap Sumber Penularan Kasus Perdana Corona E484K 'Eek' di RI
p2p.kemkes.go.id
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dengan mutasi E484K sudah ditemui di Indonesia. Kemenkes pun mengungkap sumber penularan kasus perdana yang dipastikan telah sembuh ini.

WowKeren - Indonesia resmi mengonfirmasi kasus perdana COVID-19 dengan infeksi virus yang termutasi E484K. Sebagai catatan, wajib dipahami bahwa E484K adalah nama mutasi yang ditemukan pada struktur protein lonjakan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Kementerian Kesehatan pun membeberkan asal muasal munculnya mutasi virus ini di Jakarta Barat. Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, sampel ini didapat dari salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta.

"Dari sampel salah satu rumah sakit di Jakarta," ujar Nadia lewat pesan singkat, Rabu (7/4). Disebutkan Nadia, ternyata pasien terkait tak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.

"Kasus ini mutasi lokal," sambung Nadia, menegaskan bahwa pasien terkait tidak mendapatkan virusnya usai bepergian ke suatu tempat tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Dijelaskan bahwa sang pasien mengidap mutasi Eek usai menjalani whole genome sequencing oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sejak Februari sampai akhir Maret 2021.


Nadia pun memastikan bahwa kasus pertama mutasi E484K di Indonesia ini sudah sehat. Dipastikan pula tidak ada penularan COVID-19 yang telah bermutasi itu kepada kontak-kontak eratnya.

"Pasien sudah sehat dan tidak ada penularan dengan kontak eratnya," pungkas Nadia. "Mutasi virus ini tidak membahayakan tetapi kita harus waspada kalau terjadi multiple mutasi yang salah satunya E484K."

Sejatinya mutasi E484K ini bukan barang baru di lingkup varian COVID-19 dunia. Mutasi ini pun bisa "berkolaborasi" dengan varian lain COVID-19 hingga menciptakan kombinasi virus infeksius dengan beberapa karakteristik berbahaya.

Ahli Biomolekuler Riza Putranto menegaskan agar publik membedakan antara mutasi dan varian. E484K merupakan jenis mutasi, yakni perubahan asam amino urutan ke-484 dari E menjadi K yang dijumpai di protein lonjakan (spike) SARS-CoV-2.

"Mutasinya terletak di Receptor Binding Domain (RBD), bagian penting protein Spike dan beberapa penelitian membuktikan secara laboratorium mutasi ini menyebabkan penurunan efikasi antibodi," imbuh Riza. Untuk penjelasan lebih lengkap soal mutasi E484K "eek" ini bisa dilihat di in depth berikut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts