Geger Pejabat Tiongkok Akui Vaksin COVID-19 Buatan Negaranya Tak Ampuh, Kemenkes Buka Suara
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
Vaksin COVID-19

Jubir Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi turut memberikan komentar pasca pejabat Tiongkok menyatakan vaksin buatannya kurang efektif melawan infeksi virus.

WowKeren - Tiongkok menjadi negara yang terdepan dalam mengembangkan vaksin COVID-19. Bahkan jutaan dosis gelombang awal vaksinasi di Indonesia disuplai dari produk Tiongkok yakni Sinovac.

Namun belum lama ini heboh pernyataan pejabat Tiongkok yang mengakui bahwa kemanjuran vaksin yang dikembangkan negaranya rendah menghadapi virus Corona. Lantas apa kata Kementerian Kesehatan Indonesia atas pengakuan ini?

"Vaksin Sinovac yang saat ini kita gunakan masih cukup efektif untuk menekan laju penularan," tegas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Senin (12/4). "Dari uji klinis di Unpad pun angka pembentukan antibodi yang muncul selama uji klinis tahap 3 yakni 95-99 persen artinya sudah sangat baik."

Untuk diketahui, berdasarkan hasil uji klinis vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat, efikasi vaksin Corona Sinovac adalah 65,3 persen. Vaksin Sinovac sendiri juga telah mendapat izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Jadi kita tunggu saja kelanjutannya," tutur Siti Nadia. "Sementara kita jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan proteksi dengan tidak mendapatkan vaksin yang saat ini kita miliki."

Geger pernyataan ini bermula dari pengakuan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok dalam sebuah konferensi pers akhir pekan lalu. Pada kesempatan itu, Direktur badan tersebut, Gao Fu, menyatakan bahwa vaksin Corona buatan Tiongkok kurang manjur untuk mencegah infeksi virus.

"Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi," papar Gao Fu dikutip dari Reuters. Karena itulah, pihak Gao Fu tengah mempertimbangkan untuk mencampur beberapa vaksin COVID-19 demi meningkatkan kemanjurannya.

Di sisi lain, vaksin COVID-19 produksi Sinovac bukan yang satu-satunya akan digunakan di Indonesia. Vaksin COVID-19 yang dikembangkan Tiongkok lain seperti Sinopharm juga akan dipakai di Indonesia, terutama untuk kebutuhan vaksinasi mandiri alias Vaksin Gotong Royong.

Sedangkan proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia tengah disesuaikan kembali kecepatannya karena terhalang ketersediaan produknya. Sebab tengah terjadi embargo vaksin yang mengurangi pasokan ke Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts