Hati-Hati! Lakukan Ibadah Ini Saat Ramadan 2021 Malah Bisa Dapat Dosa, Kenapa?
Nasional
Ramadhan 2021

Bukan cuma mendapat dosa, MUI juga mensinyalkan ibadah ini malah bersifat haram dan tentu saja membuat puasa yang dijalani berakhir sia-sia ketimbang berpahala.

WowKeren - Tanggal 1 Ramadan 1442 Hijriah telah ditetapkan jatuh pada Selasa (13/4) besok. Tetapan ini sesuai dengan hasil sidang isbat Kementerian Agama yang senada dengan putusan PP Muhammadiyah serta Nahdlatul Ulama.

Bulan ini sendiri disambut meriah kaum Muslim karena menjadi ladang pahala. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan teledor melakukan suatu jenis ibadah Ramadan di tengah pandemi COVID-19 seperti tahun ini malah bisa mendatangkan dosa. Kok bisa?

Rupanya ibadah yang dimaksud MUI adalah apabila tetap dilakukan meski membahayakan orang lain karena bayang-bayang pandemi. Wanti-wanti ini terutama untuk penyintas COVID-19, baik dengan gejala maupun tidak, yang memaksakan diri beribadah di fasilitas umum pada bulan Ramadan.

"Bagi saudara-saudara kita yang terpapar COVID-19, aktivitasnya dilaksanakan di tempat di mana dia dikarantina atau rumahnya agar tidak menularkan orang lain. Ini dalam prinsip, ya," ujar Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam dalam siaran pers virtual di Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (12/4).


"Bahkan dalam batas tertentu, dia haram melakukan aktivitas ibadah yang berpotensi menularkan ke orang lain," imbuh Asrorun, dikutip dari Kumparan. Dengan situasi yang malah menjadi haram itu, tentu saja ibadah yang dilakukan malah mendatangkan dosa alih-alih pahala bagi pelakunya.

"Kalau kita teledor bahkan mengabaikan keselamatan orang dengan aktivitas kita yang tidak disiplin, maka tentu itu dosa. Nah, bisa jadi kita puasa, tapi puasanya sia-sia," tutur Asrorun.

Ia lantas mengisahkan ulang hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut pihak-pihak yang puasanya sia-sia. "Ini seperti yang disinyalir Baginda Rasul SAW dalam salah satu hadisnya, betapa banyak orang yang puasa hanya dapat lapar dan dahaga, sementara dia tidak dapat yang lain," ujar Asrorun.

"(Tidak dapat) keutamaan, pahala, karena tidak peka terhadap urusan sosialnya, tidak peka terhadap keselamatan orang lain, tetap menghardik, tetap tidak taat kepada aturan yang sudah ditetapkan untuk kepentingan kemaslahatan. Itu menjadi komitmen kita yang tidak terpisahkan dari kesadaran keagamaan kita," imbuhnya.

Menurut Asrorun, masih banyak ibadah lain yang bisa dilakukan sembari tetap berikhtiar menjaga kesehatan tanpa menularkan virus Corona. Misalnya saja dengan membayar zakat fitrah, mal, fidyah, dan sedekah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts