Pelaku Penganiayaan Perawat RS Di Palembang Berhasil Ditangkap Polisi
Unsplash/Bill Oxford
Nasional

Baru-baru ini masyarakat tengah membicarakan video kekerasan terhadap perawat rumah sakit yang dilakukan oleh keluarga pasien. Video tersebut menjadi viral setelah beberapa kali diunggah ulang oleh sejumlah akun di sosial media.

WowKeren - Peristiwa penganiayaan terhadap perawat yang terjadi di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatra Selatan oleh keluarga pasien akhirnya menemui titik terang. Korban penganiayaan diketahui bernama Christina.

Satuan Reserse Kriminal Umum Polrestabes Palembang telah berhasil menangkap pelaku penganiayaan pada Jumat (16/4) malam. Aparat kepolisian menjemput pelaku di kediamannya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan tanpa perlawanan. Pelaku diketahui berinisial JT.

Komisaris Robert P Sihombing selaku Kepala Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang membenarkan penangkapan tersebut dan memimpinnya secara langsung. Robert mengatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah mendapatkan alat bukti yang cukup.

Robert mengungkapkan bahwa pelaku saat ini sedang diperiksa oleh penyidik Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Palembang. "Pelaku sudah ditangkap di kediamannya dan sekarang sedang diperiksa," ujar Robert.


Meski demikian, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Komisaris Tri Wahyudi enggan membeberkan keterangan lebih lanjut terkait dengan penangkapan dan pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan. Ia mengatakan pihak kepolisian akan merilis hasil pemeriksaan dari JT pada Sabtu (17/4) hari ini.

Sebelumnya, telah beredar video yang menunjukkan kekerasan terhadap Christina selaku perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Dalam video berdurasi 35 detik itu, pelaku penganiayaan yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun @perawat_peduli_palembang, yang kemudian diposting ulang oleh sejumlah akun sehingga video tersebut menjadi viral.

Dalam video tersebut tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah JT untuk kembali melakukan penganiayaan. Korban pun langsung lari dan menyelamatkan diri. Menurut pengakuan para perawat dan petugas keamanan yang berada di tempat kejadian, JT mengaku sebagai anggota kepolisian saat dilerai.

Saat ini pihak korban sedang dirawat karena mengalami luka-luka. Tidak hanya mengalami luka fisik, korban diketahui juga mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut. Pihak manajemen RS sudah menyerahkan bukti kepada kepolisian berupa rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi untuk melengkapi berkas perkara kepolisian.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts