Ogah Diam Saja, Istri Penganiaya Perawat RS di Palembang Bongkar Kelalaian dan Sikap Ketus Korban
Nasional

Melisa, istri JT (38) sang pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Palembang CRS (27), merasa kasus ini terlalu memojokkan keluarganya. Pasalnya semua bermula dari ketidakprofesionalan korban.

WowKeren - Kasus penganiayaan perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan atas nama Christina Remauli (27) masih menjadi bahasan panas. Diketahui saat ini sang pelaku, Jason Tjakrawinata (38), sudah diringkus pihak kepolisian dan disebut-sebut terancam hukuman penjara 2 tahun lebih.

Kasus yang menjerat Jason ini pun membuat sang istri, Melisa, enggan berdiam diri. Melisa blak-blakan menilai kasus ini terlalu memojokkan keluarganya yang menurutnya bermula dari ketidakprofesionalan Christina saat merawat anaknnya yang masih balita.

"Saya mau klarifikasi di sini, kejadian tersebut bermula karena adanya ketidakprofesionalan seorang suster rumah sakit dalam melayani pasien," kata Melisa, Minggu (18/4). Bahkan Melisa mengaku merasakan firasat yang tidak enak sejak pertama kali bertemu dengan Christina yang disebutnya kerap memberikan perlakuan tidak menyenangkan saat anaknya dirawat di RS itu.

"Sebenarnya jujur, dari awal di situ perasaan saya sudah tidak enak melihat sikap suster itu. Dari nada bicaranya saja agak ketus," tutur Melisa, dilansir dari Tribun Sumsel, Senin (19/4). "Saat menangani anak saya yang rewel juga nyeletuk 'ini (anaknya) rewel terus, harusnya kalau siang jangan ditidurin jadi malam nggak rewel terus'."


"Yah saya jadi tidak enak lah dengernya. Kok bisa seorang suster tega ngomong seperti itu," imbuh Melisa. Dan ketakutan Melisa pun terjadi ketika Christina sampai menyebabkan tangan anaknya berdarah ketika melepas jarum infus.

"Ternyata benar kejadian kan. Sudah dia nyabutnya kasar, darah sampai kemana-mana di baju, lantai, kasur, eh malah saya disalahin. Katanya 'sebaiknya Ibu jangan gendong anak'," ujar Melisa. Darah yang keluar dari anaknya pun menurut Melisa sangat banyak dan tidak wajar.

"Sebagai orang tua saya pikir wajar jika kita panik, apalagi setelah lihat anak saya sampai keluar darah si suster itu tidak mau meminta maaf. Masih ada bekas darahnya di baju, semua saya foto," tutur Melisa.

"Fatal darah itu, saya sampai ngadu ke kepala perawat baru ditangani darah tersebut, dikasih plester. Sama suster itu darah anak saya cuma ditutul-tutul saja pakai tisu toilet," sambung Melisa. "Saya nggak bohong, saya berani bersaksi nanti di pengadilan."

Meski demikian, Melisa tetap memohon maaf atas perbuatan suaminya yang tega menganiaya Christina hingga menjadi viral. "Saya memohon maaf kepada suster dan pihak rumah sakit atas kejadian kemarin yang sangat meresahkan masyarakat luas," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts