Keras! Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo Sebut Pemudik Bak Pembunuh Potensial
covid19.go.id
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Doni menganalogikan pemudik selayaknya pembunuh potensial karena peluang menularkan COVID-19 pada sanak keluarga di kampung halaman, terutama kelompok lansia.

WowKeren - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo ikut menanggapi larangan mudik Lebaran 2021. Diketahui Presiden Joko Widodo bahkan sampai menegaskan larangannya untuk semua kalangan masyarakat demi menghindari kembali terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air.

Senada dengan Jokowi, Doni pun mengingatkan masyarakat supaya tidak mudik atau pulang kampung dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah besok. Sebab mudik di tengah pandemi tentu saja membawa risiko besar menularkan COVID-19 kepada sanak saudara.

Yang paling rentan di tengah hiruk-pikuk mudik adalah kelompok lansia di atas 60 tahun. Bahkan, tutur Doni, sudah ada contoh kasus di Sumatera Utara ketika seorang lansia meninggal dunia karena terpapar COVID-19 dari anaknya yang pulang kampung.

"Artinya apa? Mereka yang pulang kampung bisa jadi adalah pembawa virus, pembawa COVID-19," kata Doni, Senin (19/4). Tak hanya itu, Doni bahkan menganalogikan para pemudik ini selayaknya pembunuh potensial, tentu saja karena peluang membawa virus Corona.


"Berarti secara tidak langsung mereka yang membawa COVID-19 ini," imbuh Doni. "Mohon maaf, kata-kata saya kasar dan keras sekali, sebagai pembunuh potensial."

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu mengingatkan, pandemi COVID-19 di Indonesia belum berakhir. "COVID-19 saat ini semakin terkendali namun sifatnya sementara. Kalau kita tidak lakukan upaya maksimal dalam pencegahan maka tidak menutup kemungkinan COVID-19 meningkat kembali," tegas Doni.

Saat ini, terang Doni, kasus aktif COVID-19 Indonesia sudah menurun hampir 40 persen. Total ada 106.243 kasus aktif per 17 April 2021, lebih rendah jika dibandingkan dengan data per 5 Februari 2021 yang mencapai 176.672 pasien.

Kasus aktif sendiri merupakan pasien COVID-19 yang harus menjalani perawatan atau isolasi. "Kita harus tetap waspada, kita harus tidak boleh kendur, kita harus tetap harus berbuat lebih baik lagi dalam rangka menjaga atau menerapkan protokol kesehatan," pungkas Doni.

Peringatan untuk mematuhi protokol kesehatan ini juga sempat disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sebab Budi Gunadi tengah berkaca pada "tsunami" kasus positif di India yang diakibatkan kendurnya pelaksanaan protokol kesehatan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts