Kini Terancam Dibui, Penganiaya Perawat RS di Palembang Ternyata Sering Lakukan Hal Tak Terduga Ini
Nasional

JT (38) telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penganiayaan yang dilakukannya kepada CRS (27), seorang perawat di RS Siloam Palembang. Namun belakangan terungkap sosok asli JT.

WowKeren - JT (38) mengaku hanya merasa emosi dan kelelahan hingga kemudian tega menghajar perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan berinisial CRS (27). Namun sayangnya aksi yang dilakukannya kini berujung dengan statusnya sebagai tersangka, bahkan terancam hukuman penjara hingga 2 tahun lebih.

Kasus penganiayaan ini sontak menjadi viral, menyebabkan sosok JT pun ramai dibicarakan di media sosial. Bukan cuma itu, sosok JT pun menjadi sorotan para tetangga di lingkungan rumahnya, apalagi karena sosok JT ternyata kerap tampil dengan kepribadian yang berbeda dari yang ramai disebutkan belakangan.

Ternyata dalam kehidupan sehari-harinya, JT adalah sosok yang sangat rajin beribadah. Tak hanya itu, menurut para tetangga, JT yang mengelola sejumlah usaha ini juga terkenal dermawan dan sering bagi-bagi Tunjangan Hari Raya saat Lebaran.

Hal senada juga disampaikan rekan seprofesi JT. Menurutnya, JT adalah pribadi yang baik, rajin beribadah, dan kerap memberi santunan kepada warga sekitar tempat tinggalnya.


"Saya sangat mengenal dia sebagai pribadi yang baik, karena kebetulan rekan bisnis," ujar Eldi, salah satu pemilik bengkel motor di Kecamatan Pedamaran Timur, Minggu (18/4). "Saya sering membeli membeli sparepart motor dari dia itulah."

Eldi pun merasa perbuatan JT memang wujud emosi sesaat saja. "Karena melihat anak kesayangannya mengeluarkan banyak darah dari tangan setelah infus dilepas suster tersebut," tutur Eldi, dilansir dari Tribun Jatim, Selasa (20/4).

JT pun di lingkungan rumahnya dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan kerap salat di masjid. "Saya sering ketemu dia salat Jumat di masjid dekat rumahnya," papar Eldi.

Dewi, salah seorang tetangga tersangka penganiayaan itu pun membenarkan soal JT yang kerap memberikan santunan. "Meskipun belum lama tinggal di sini, tetapi setiap menjelang Lebaran dia pasti pulang. Dia kerap memberikan santunan sembako kepada saya dan warga sekitar sini," kata Dewi.

Di sisi lain, kasus terus bergulir di ranah hukum meski JT dan istri sudah menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada korban. Apalagi karena kemudian korban tidak hanya menderita luka fisik tetapi juga trauma sampai mengaku ingin berhenti menjadi perawat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts