Walkot Depok Respons Tudingan Terlibat Dalam Kasus Korupsi Damkar
Nasional

Lagi-lagi kasus dugaan korupsi mencuat ke publik. Kali ini dugaan korupsi datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok yang juga menyinggung Wali Kota Mohammad Idris.

WowKeren - Kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu dan insentif COVID-19 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sebelumnya, kasus korupsi tersebut dilaporkan oleh seorang pekerja lepas Damkar yang bernama Sandi.

Saat ini isu dugaan korupsi itu masih terus bergulir hingga akhirnya menyinggung nama Wali Kota Depok Mohammad Idris. Awal mula nama Wali Kota Depok terseret adalah saat Razman Nasution selaku kuasa hukum dari Sandi meminta Idris untuk ikut diperiksa. Razman menduga ada keterlibatan petinggi Kota Depok dalam kasus tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Idris menghormati semua proses hukum terkait dugaan korupsi di jajarannya. Ia juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri untuk mengklarifikasi kasus tersebut, termasuk memanggil sejumlah pihak terkait.

"Sekarang dilakukan pendalaman dulu terhadap permasalahan ini seperti apa," ujar Idris saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/4). "Saya juga dengar sekarang Irjen Kemendagri akan memanggil yang bersangkutan dalam hal ini."


Idris meminta semua pihak bisa kooperatif dalam penanganan kasus dugaan korupsi tersebut. Ia juga mendukung penuh penanganan kasus yang kini telah dilimpahkan ke Irjen Kemendagri itu.

Selain itu, Idris membantah pengakuan Sandi yang mengaku menerima Surat Peringatan (SP) dan diminta mundur dari pekerjaannya. Idris menyampaikan agar Sandi tak segan melapor jika memang diminta mundur karena telah melaporkan dugaan kasus korupsi.

Idris menambahkan akan menjamin dan memberi perlindungan kepada Sandi selama proses pengungkapan kasus dugaan korupsi itu. "Nanti kami akan memberi jaminan keamanan yang bersangkutan, jadi proses pemeriksaan sedang bergulir, kita ikuti mekanismenya," imbuhnya.

Tak hanya itu, Idris juga membantah pengakuan Sandi terkait mendapat intimidasi dari jajarannya. Idris menjelaskan bahwa jajarannya tidak pernah melakukan intimidasi seperti ancaman fisik.

"Menurut keterangan jajaran kami, surat peringatan juga itu enggak ada, enggak ada sama sekali, silakan kalau yang bersangkutan merasa dikirimi SP, atau intimidasi silakan laporan ke saya," tutup Idris. "Nanti kami akan memberi jaminan keamanan yang bersangkutan."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts