Tangki BBM Retak Diduga Penyebab KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Ternyata Terkait Usia Kapal?
https://id.wikipedia.org/
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

KRI Nanggala-402 sudah berusia 40 tahun lebih dan belakangan dikaitkan dengan insiden tenggelamnya kapal selam bermuatan 53 awak itu. Berikut penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Hilang kontaknya kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala-402 terus disorot, bukan hanya di Indonesia tetapi juga lingkup internasional. Hilang kontak sejak Rabu (21/4) kemarin, kini tercatat sudah 24 jam lebih berlalu sejak KRI Nanggala-402 melapor untuk mencoba menyelam.

Fakta baru soal pencarian kapal selam dengan 53 awak ini pun bermunculan. Salah satunya soal ditemukannya tumpahan minyak di sekitar lokasi tenggelamnya kapal yang lantas diduga sebagai pemicu insiden.

"Terjadinya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam," kata Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, Rabu (21/4). "Kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM retak."

Meski Julius menduga retaknya tangki BBM adalah akibat tekanan air laut ketika menyelam, tak sedikit pula yang menghubungkannya dengan usia kapal. Diketahui KRI Nanggala-402 sudah dibuat sejak 1977 dan beroperasi mulai 1981, atau kurang lebih sudah berusia 42 tahun.


Memang tidak ada pernyataan gamblang yang mengaitkan insiden ini dengan tuanya usia kapal selam yang digunakan. Namun mengutip MedCom, TNI AL pernah menyebut bahwa usia kapal selam di atas 40 tahun berisiko mendapatkan tekanan yang cukup besar sehingga material penyusunnya pun semakin kelelahan dan berpotensi mengalami kecacatan.

Lantas sebenarnya berapa usia ideal armada kapal selam? Melansir MedCom yang mengutip jurnal ilmiah karya Wibowo H Nugroho dan Ahmad S Mujahid dengan judul "Prediksi Umur Kelelahan Struktur Badan Tekan Kapal Selam Karena Pengulangan Perubahan Beban Hidrostatik", ternyata usia 42 tahun sudah melampaui batas ideal.

Dijelaskan kapal selam mengalami perubahan beban yang berulang (repeated load) setiap kali melakukan tugasnya, yakni menyelam lalu kembali ke permukaan laut. Sebab terdapat perbedaan tekanan di permukaan hingga kedalaman laut tertentu, yang jika dilakukan berulang-ulang menjadi kontribusi besar dalam kejadian kelelahan material struktur kapal.

Dan rupanya disebutkan rekomendasi usia ideal operasional kapal selam adalah 29 tahun, atau jika dikaitkan dengan KRI Nanggala-402 maka seharusnya pensiun pada 2010 silam. "Umur kelelahan struktur badan tekan kapal selam ini adalah 29 tahun dengan asumsi kejadian beban berulang setelah 22 detik setiap harinya, yaitu saat kejadian 1 (satu) kali menyelam dan naik ke permukaan laut," demikian kutipan isi jurnal tersebut, dilansir pada Kamis (22/4).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts