Kapuspen TNI AL Achmad Riad mengungkapkan bahwa KRI Raden Eddy Martadinata (331) sebelumnya telah melaporkan secara lisan tentang terdeteksinya pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 22 April 2021 - 14:26 WIB
WowKeren - Kapal selam KRI Nanggala- 402 milik TNI Angkatan Laut (AL) dilaporkan hilang kontak pada Rabu (21/4) pagi kemarin. Belakangan muncul simpang siur informasi terkait proses pencarian kapal selam buatan Jerman tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI AL Achmad Riad telah menegaskan bahwa berita yang menyebutkan KRI Nanggala-402 ditemukan dalam waktu 21 jam tidak bisa dijadikan sebagai dasar. Ia pun berharap agar media massa tidak membuat analisis sendiri terkait simpang siur informasi ditemukannya kapal selam KRI Nanggala-402.
"Saya berharap kepada rekan media jangan membuat analisis dan tidak memberitakan yang belum dipastikan kebenarannya," papar Achmad Riad dikutip dari Kompas TV, Kamis (22/4). "Sehingga memberikan ketenangan kepada masyarakat terkait informasi ini."
Lebih lanjut, Achmad Riad mengungkapkan bahwa KRI Raden Eddy Martadinata (331) sebelumnya telah melaporkan secara lisan tentang terdeteksinya pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot. Namun demikian, kontak tersebut menghilang kala ditelusuri.
Pergerakan tersebut dinilai tak bisa menjadi dasar munculnya asumsi KRI Nanggala telah ditemukan. Achmad Riad sendiri memastikan bahwa petugas hingga kini masih terus melakukan pencarian.
"Jadi saya ulangi lagi kita semua dari laporan KRI REM itu tidak bisa digunakan data atau kedudukan lokasinya KRI Nanggala ditemukan," tegasnya. "Jadi masih melakukan pencarian."
Di sisi lain, beberapa negara sahabat menyatakan sanggup memberi bantuan dalam pencarian KRI Nanggala-402 ini. Menurut Achmad Riad, kedua negara tersebut turut mengirimkan kapal penyelamat sebagai bentuk bantuan mereka.
Singapura disebut akan mengirimkan kapal MV Swift Rescue yang rencananya tiba pada Sabtu (24/4). Sedangkan Malaysia disebut menawarkan kapal rescue Mega Bakti yang rencananya tiba pada Senin (26/4).
Sementara untuk bantuan dalam negeri, Basarnas dan KNKT akan membantu pencarian dengan mengerahkan personel gabungan yang akan membawa berbagai macam peralatan. Hingga saat ini TNI AL masih terus berupaya untuk mencari kapal selam tersebut.
(wk/Bert)