Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda Iwan Isnurwanto mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami situasi blackout kala mengawaki KRI Nanggala-402.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 28 April 2021 - 08:36 WIB
WowKeren - Tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali dan gugurnya 53 awak di dalamnya meninggalkan duka mendalam bagi Indonesia. Meski belum bisa dipastikan, kapal selam buatan Jerman tersebut sempat diduga mengalami mati listrik total alias blackout hingga menjadi tak terkendali.
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda Iwan Isnurwanto lantas mengungkapkan pengalamannya kala mengalami situasi blackout di kapal selam KRI Nanggala-402. "Saya waktu mengawaki Nanggala pun pernah mengalami hal yang serupa, namanya blackout," tutur Iwan dalam konferensi pers pada Selasa (27/4).
Menurut Iwan, situasi tersebut terjadi pada tengah malam kala ia beristirahat di tempat tidur bertingkat. Kapal yang mulai miring dan turun membuat Iwan langsung melompat dari tempat tidur.
"Posisinya adalah yang belakang ini langsung turun sampai (kemiringan) 45 derajat bisa lebih, langsung (turun) begini," ungkap Iwan. "Tidak sampai dengan 10 detik itu (turun) sampai dengan 90 meter."
Bagian dalam kapal pun menjadi gelap dengan hanya lampu darurat yang masih menyala. Iwan menyebut bahwa komandan kapal kala itu memerintahkan awak untuk bergerak menuju bagian depan kapal dengan cara merangkak, mengingat kapal telah miring hingga 45 derajat.
"Jadi lorong itu kita merangkak, mohon maaf ini saya merinding semua karena saya pernah mengalaminya," jelas Iwan. "Merangkak megang itu pintu-pintu itu sampai ke depan."
Untungnya, situasi dapat terkendali usai kepala kamar mesin (KKM) menghembuskan tangki pemberat pokok dan tangki tahan tekan sehingga kapal selam bergerak naik. Adapun penyebab blackout kala itu adalah adanya salah satu sekring (fuse) yang terputus.
"Apa masalahnya? Ada satu fuse yang putus, padahal kita enggak tahu fuse itu di mana," papar Iwan. "Tapi karena kecanggihan KKM pada saat itu, langsung bisa ketahuan langsung bisa diperbaiki. Alhamdulillah saat itu."
(wk/Bert)