Gaduh Babi Ngepet di Depok Ternyata Rekayasa Demi Popularitas, Tersangka Terancam Bui 10 Tahun
Unsplash/DuĊĦan veverkolog
SerbaSerbi

AI (44) yang disebut ustaz di daerah Sawangan, Depok ditetapkan sebagai tersangka karena merancang rekayasa babi ngepet. Polisi mengidentifikasi aksinya semata demi mendapat popularitas.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan masyarakat Depok, Jawa Barat dibuat geger dengan temuan hewan diduga babi jadi-jadian alias babi ngepet. Dalam pernyataan sebelumnya, polisi mengungkap sejumlah fakta yang ditemui di lapangan dan mengembangkan penyelidikan.

Dan setelah melakukan pemeriksaan, terungkap bahwa isu babi ngepet itu hanyalah rekayasa belaka. "Semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong," tutur Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Kamis (29/4).

Rekayasa ini sendiri bermula dari keluhan warga yang mengaku kehilangan uang senilai Rp1-2 juta. Menyadari kesempatan yang ada, tersangka rekayasa AI lantas memesan seekor babi dari pecinta hewan secara daring senilai Rp900 ribu.

Dengan tambahan ongkos kirim sampai Rp200 ribu, hewan yang digadang-gadang sebagai babi ngepet itu lantas menghebohkan masyarakat Sawangan, Depok. Saat itulah AI muncul dan menjadi salah satu yang "berjasa" menangkap hewan tersebut, yang ternyata demi popularitas semata.


"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokoh lah sebenarnya," jelas Imran. "Tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal. Jadi supaya dia dianggap saja."

AI lantas bekerja sama dengan 8 temannya terkait rekayasa penangkapan babi ngepet. "Seolah-olah mengarang cerita. Ada tiga orang, satu orang turun tanpa menampakkan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi. Padahal itu tidak benar, sudah direncanakan," pungkas Imran.

Mungkin terkesan sepele, namun rekayasa menggegerkan yang dilakukan AI ini menyebabkannya terancam hukuman 10 tahun penjara. Menanggapi kasus yang menjeratnya, AI pun meminta maaf kepada publik.

"Saya pertama mau mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kejadian pada hari Selasa yang viral itu, babi ngepet, adalah berita hoaks atau berita bohong, berita yang kami rekayasa," terang AI kepada awak media.

Menurut AI, ia sebagai tokoh publik setempat hanya berusaha mencarikan solusi untuk keluhan warga yang kehilangan uang. "Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah, sangat fatal," ujarnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts